Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:21 WIB

Kasus Korupsi e-KTP

Ini Kader yang Bagus Gantikan Novanto Jika Ditahan

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 31 Juli 2017 | 07:07 WIB
Ini Kader yang Bagus Gantikan Novanto Jika Ditahan
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang menilai ada tiga kader Partai Golkar yang mumpuni untuk menggantikan Setya Novanto menjadi ketua umum jika ditahan yang bersangkutan ditahan penyidik KPK nanti.

Tiga kader itu antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wakil Ketua MPR Mahyudin dan Indra Bambang Utoyo. Ketiganya merupakan kandidat yang mendaftar juga pada saat diselenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar beberapa waktu silam.

"Airlangga, Mahyudin dan Indra Bambang Utoyo bagus tuh," kata Sebastian kepada INILAHCOM, Minggu (30/7/2017).

Menurut dia, kader partai berlambang pohon beringin itu harus mempertimbangkan pengganti Novanto nanti itu adalah orang yang tidak sedang mempunyai persoalan hukum atau diprediksi tidak berurusan dengan hukum diwaktu yang akan datang terutama selama menjabat.

"Sebab terkait pergantian Ketua DPR, Golkar punya catatan kurang baik selama periode ini saja ketua sudah bolak-balik diganti. Artinya, managemen partai kurang baik, sistem seleksi lemah," ujarnya.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[ris]

Komentar

 
x