Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:04 WIB

Kasus Korupsi e-KTP

Jaga Marwah Golkar, Sebaiknya Novanto Mundur

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 31 Juli 2017 | 06:14 WIB
Jaga Marwah Golkar, Sebaiknya Novanto Mundur
Setya Novanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang menyarankan kepada Setya Novanto untuk mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar karena jadi tersangka kasus korupsi e-KTP.

"Pak Novanto mundur adalah pilihan terbaik demi terjaga kehormatan dewan dan menyelamatkan partai dari kehancuran," kata Sebastian kepada INILAHCOM, Minggu (30/7/2017).

Menurut dia, seluruh kader partai berlambang pohon beringin itu harus memikirkan kedepan merupakan tahun politik. Sebab, ada dua agenda politik besar pada tahun 2018 dan 2019.

"Ingat, tahun 2018 ada pilkada serentak yang membutuhkan persiapan dan 2019 ada pemilu legislatif dan pemilu presiden," ujarnya.

Ia mengatakan apabila Novanto yang menjabat Ketua DPR ini tidak mundur, maka dikhawatirkan akan menjadi beban terhadap partai maupun kandidat yang akan dicalonkan pada Pilkada 2018 atau pemilu legislatif 2019.

"Partai butuh persiapan, kalau Novanto tidak mundur akan jadi beban bagi partai," tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[ris]

 
x