Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 03:09 WIB

Korupsi e-KTP

Kader Muda Heran Novanto Masih Dibela Jadi Ketum

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 30 Juli 2017 | 08:17 WIB
Kader Muda Heran Novanto Masih Dibela Jadi Ketum
Setya Novanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kader Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengaku bingung kepada elite partai berlambang pohon beringin yang tetap mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar.

Padahal, Novanto sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP oleh penyidik KPK. Sehingga, dikhawatirkan berdampak kepada partai.

"Mencermati ketidakrasionalan begitu ngototnya elite Partai Golkar yang menempatkan Novanto jadi ketua umum padahal sudah tersangka, ini mengakibatkan terus merosotnya citra Golkar dimata publik," kata Doli kepada INILAHCOM, Sabtu (29/7/2017).

Menurut dia, ada empat kelompok utama yang ada dibelakang itu semua.Pertama, kelompok yang mendukung karena bisa terindikasi pernah kecipratan dana hasil korupsi e-KTP.

Sebab, pada saat terjadinya proses awal penganggaran e-KTP, Novanto menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar sekaligus Ketua F-Partai Golkar di DPR.

"Di dalam struktur DPP atasan Bendahara Umum itu adalah Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum, kolega kerjanya adalah Sekjen dan para ketua," ujarnya.

Kedua, kata Doli, kelompok yang selama ini dekat, hidup, kerja dan menikmati jasa baik Novanto.

Kemudian, kelompok yang terbuai oleh ucapan Novanto bahwa dia masih kuat dan akan berhasil lolos karena didukung serta dibantu oleh Jokowi dan konspirasi peradilan.

Keempat, kelompok yang ingin mengambil keuntungan dalam situasi tertekannya Novanto. Menurut dia, kelompok ini pun terbagi dua, ada yang hanya bermotif ekonomi.

Namun yang kedua ada pula yang bermotif politik, yang sudah mempersiapkan agenda kudeta terselubung untuk mengambil alih kepemimpinan DPP.

"Prilaku-prilaku seperti di atas itulah yang sekarang ikut membuat Golkar kotor yang akan bisa membuat Golkar rusak," tandasnya.[ris]

 
x