Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 19:36 WIB

Kasus e-KTP

Pengganti Novanto Harus Penuhi Kriteria Ini

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 30 Juli 2017 | 03:04 WIB
Pengganti Novanto Harus Penuhi Kriteria Ini
Setya Novanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur SPIN (Survei dan Polling Indonesia), Igor Dirgantara mengatakan ada beberapa yang harus diperhatikan untuk memilih pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar jika ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Pertama, kata Igor, memenuhi prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT) seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

"Kedua, tidak punya masalah hukum atau isu negatif lainnya dan tertib menyampaikan laporan harta kekayaan kepada KPK," kata Igor kepada INILAHCOM, Sabtu (29/7/2017).

Ia menambahkan kader Golkar yang dapat menggantikan Novanto harus memiliki gagasan baru membangun partai dengan rekam jejak tidak tercela, sosok yang betul-betul tidak diragukan lagi dari segi prestasi dan dedikasinya untuk membawa Golkar pada semangat pembaharuan.

"Kemudian sudah mengabdi kepada partai selama lebih dari 5 tahun, berusia muda dan siap menyediakan waktu optimal untuk partai," ujarnya.

Selain itu, Igor mengatakan disetujui oleh dewan pembina dan tidak menimbulkan resistensi di internal partai terutama para pemegang hak suara di Golkar (DPD 1/DPD 2), kaukus generasi muda Golkar dan ormas pendukungnya seperti SOKSI, MKGR, Kosgoro dan lainnya.

"Diapresiasi oleh pemerintah yang sekarang," jelas dia.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[ris]

 
x