Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 13:51 WIB

Demokrat: Coba Belajar Lagi Mana Kritik dan Nyiyir

Oleh : Agus Irawan | Jumat, 28 Juli 2017 | 23:02 WIB
Demokrat: Coba Belajar Lagi Mana Kritik dan Nyiyir
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Partai Demokrat memastikan kritikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden Jokowi bukan untuk melemahkan pemerintahan.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan sikap kritik SBY adalah hal yang wajar dilakukan sebagai mantan Presiden.

Imelda menyebutkan bahwa SBY sebagai orang yang pernah memimpin negeri selama 10 tahun, tentu tak bisa diam bila melihat negaranya makin menyimpang jalannya.

"Apa lantas jika kritik atas kebijakan dengan dasar argumentasi yang jelas, contohnya UU Pemilu yang dipaksakan dengan menggunakan Presidential Threshold 20 persen yang tidak sesuai dengan prinsip Pemilu Serentak seperti yang diamanahkan Keputusan MK No. 14 tahun 2003. Itu bukan nyinyir itu kritik dengan dasar argumentasi yang jelas," kata Imelda kepada INILAHCOM, Jumat (28/7/2017) malam.

Dia mengatakan dalam negara demokrasi kritikan adalah hal yang wajar dan tak dilarang. Sebab kritikan itu disampaikan untuk perbaikan dan membangun.

"Mungkin musti belajar bedakan apa yang dimaksud kritik dan nyinyir. Bahasa Indonesia ada kamusnya. Silahkan dibuka," sindirnya.

Untuk diketahui, Ketua DPP partai Hanura, Benny Ramdhani menilai sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kerap sekali mengkritik pemerintah Presiden Joko Widodo terjadi sejak tidak lagi menjabat sebagai Presiden.

Benny mengaku pernyataan SBY sering menyindir terhadap pemerintahan Jokowi-JK adalah bukan hal baru disaat bertemu dengan Prabowo saja, tetapi juga sering disampaikan SBY disaat ada kegiatan.

"Pernyataan SBY sudah sering disampaikan sejak dia tidak lagi menjabat Presiden, bahkan sindiran atau kritikan tersebut kerap dilontarkan SBY," kata Benny di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Ia menambahkan jika pernyataan SBY hanya membuang waktu dan tenaga sehingga tidak harus ditanggapi. "Hanura dengan pemerintah tidak akan menghabiskan tenaga, atas tanggapan Pak SBY," ucapnya.[jat]

Komentar

 
x