Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:06 WIB

Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 27 Juli 2017 | 17:51 WIB
Resonansi Politik Pertemuan SBY-Prabowo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis (27/7/2017) malam ini di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Resonansi politik cukup kuat dalam pertemuan tersebut.

Konsolidasi politik menjelang Pemilu 2019 telah ditabuh melalui UU Penyelenggara Pemilu yang baru disahkan oleh DPR dan Pemerintah pada 21 Juli 2017, pekan lalu. Karena dalam kenyataannya, pengesahan RUU Penyelenggaraan Pemilu tersebut telah membuat dua kekuatan politik terpolarisasi antara fraksi pendukung pemerintah dan fraksi di luar pemerintah.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan pertemuan antara Prabowo dan SBY lantaran kedua tokoh tersebut sudah lama tidak melakukan pertemuan. Hanya saja, Muzani tidak menampik bila pertemuan kedua tokoh tersebut dikaitkan dengan situasi politik mutakhir.

"Apalagi bertemu dalam suasana seperti saat ini, tentu saja kemudian dikaitkan dengan banyak agenda politik yang sekarang sudah mulai menghangat di tahun 2019," ujar Muzani di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Muzani juga tidak menampik kemungkinan pertemuan antara Prabowo dan SBY juga mulai penjajakan untuk menggalang koalisi antaar Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Hanya saja, soal benar tidaknya materi pembicaraan membahas koalisi, Muzani tidak bisa memastikannya. "Tapi apa benar apa enggak, kita lihat hasil nanti malam hasil pertemuannya," tambah Muzani.

Setelah menggelar pertemuan dengan SBY, Muzani juga mengatakan pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan partai politik lainnya, baik dari partai koalisi pemerintah maupun partai di luar koalisi. Apa tujuannya? "Dalam rangka kepedulian terhadap persoalan bangsa. Supaya masalah bangsa yang ribet dan njlimet bisa dipikirkan bersama-sama," cetus anggota Komsi I DPR RI ini yang menyebutkan pertemuan ini merupakan tindaklanjut atas pertemuan yang digelar pimpinan partai politik pada awal Ramadhan lalu.

Saat itu pertemuan membahas soal RUU Penyelenggaraan Pemilu. Hanya saja, saat itu SBY berhalangan hadir. "Jadi ini kan Pak SBY nya nggak sempat hadir jadi nggak ketemu. Ini pertemuan yang sudah lama direncanakan," cetus Muzani. Ia buru-buru membantah bila pertemuan ini untuk menjegal Jokowi di periode kedua di Pilpres 2019. "Siapa yang mau jegal? Nggak ada," bantah dia.

Sementara terpisah Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan pertemuan antara SBY dan Prabowo Subianto di antaranya membahas soal UU Penyelenggaraan Pemilu yang baru disahkan pekan lalu. "Di luar itu silaturahmi kedua tokoh bangsa ini diharapkan membawa angin segar dan memberi kontribusi yang positif dan konstruktif bagi negeri tercinta," sebut Imleda kepada wartawan.

Pertemuan SBY dan Prabowo Subianto dipastikan akan memberi resonansi politik, meski terlalu pagi bila pertemuan tersebut sebagai upaya koalisi Pemilu 2019 mendatang. Efek nyata dari pertemuan tersebut soal UU Penyelenggaraan Pemilu yang baru disahkan dimana Partai Demokrat dan Partai Gerindra memiliki kesamaan pandangan dengan gagasan peniadaan syarat pencapresan. [mdr]

Komentar

 
x