Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:07 WIB

Novanto Tersangka Disebut Peristiwa Menggembirakan

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 27 Juli 2017 | 07:02 WIB
Novanto Tersangka Disebut Peristiwa Menggembirakan
Pengamat Politik Petrus Salestinus - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Petrus Salestinus menilai, peristiwa terjadinya tindak pidana korupsi dalam proyek nasional e-KTP yang melibatkan banyak anggota DPR dan beberapa pejabat Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah pengusaha, sungguh memalukan bangsa Indonesia.

"Ini sungguh memalukan bangsa terutama oleh karena tempat dan waktu kejadiannya atau tempus dan lokusnya di DPR saat terjadi pembahasan anggaran dan pengadaan di Gedung DPR dan oleh DPR dengan fungsi utamanya yang melekat pada setiap anggota DPR dan lembaga DPR itu sendiri yaitu pengawasan," kataya kepada INILAHCOM, Rabu (26/7/2017)

Ia menjelaskan, dengan peristiwa ini membuktikan bahwa proses pengadaan dan penganggaran dijadikan sebagai modus untuk korupsi oleh sejumlah oknum anggota DPR. Dengan demikian penetapan status tersangka terhadap Setya Novanto pada saat setelah beberapa pejabat Kementerian Dalam Negeri diadili disertai dengan penetapan tersangka kepada Andi Narogong dan Miryam memgindikasikan adanya bukti kuat bahkan lebih dari cukup untuk menetapkan SN sebagai tersangka.

"Penetapan Novanto sebagai tersangka bagi sebagian besar masyarakat merupakan sebuah peristiwa yang menggembirakan karena selama ini dia dipersepsikan sebagai orang kuat yang kebal hukum, namun dalam kasus ini KPK membuktikan lain sekaligus menjawab rasa keadilan publik yang selama ini menuntut perlakuan yang sama terhadap setiap orang di mata hukum," ujarnya.

Setelah SN ditetapkan tersangka maka Novanto dianggap akan ditahan. Ini dianggap sulit dielakan karena fakta empiris membuktikan bahwa selama ini KPK tidak pernah tidak menahan seorangpun tersangka bahkan 99% tersangka berujung pada status narapidana.

"Selain itu peristiwa dimana seorang tersangka masuk sel biasanya dilakukan pada saat berkas perkara sudah matang dan siap dilimpahkan ke Penuntutan guna menghindari tersangka bebas demi hukum karena masa waktu penahanan habis sementara kebutuhan pemeriksaan di penyidikan belum selesai. Jika seandainya dalam waktu dekat ini SN masuk sel maka itu menunjukan BAP SN sudah matang dan siap naik pangkat menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor," paparnya.

Di sisi lain, sebagai seorang Ketua Umum Golkar merangkap Ketua DPR RI, pemberian status tersangka dalam kasus korupsi e-KTP dianggap akan mematikan karir politik novanto. Artinya sulit nantinya bagi Novanto untuk mendapatkan poisisi politik yang bergengsi di dalam pemerintahan, karena bisa dibayangkan ancaman pidana dalam kasus korupsi yang disangkakan kepada SN ini maksimum 20 tahun bahkan bisa seumur hidup.

"Dengan demikian karir politik Novanto sudah hancur, Partai Golkar terpuruk bahkan bisa terjdi migrasi atau gerakan eksodus simpatisan Golkar ke Partai Politik lain seperti Hanura, Nasdem dll. Karena itu sebaiknya Golkar harus menyikapi status tersangka SN ini sebagai sebuah aib besar dalam tubuh Golkar yang harus segera dibersihkan dengan cara SN dinonaktifkan atau diberhentikan atau SN secara sukarela mundur dari seluruh jabatan dan keanggotaan di Golkar serta menyerahkan jabatan Ketua DPR kepada kader Golkar yang bersih dari kasus2 korupsi. Masih banyak kader Golkar yang kredible dan kompeten utk memimpin Golkar dan menjadi Ketua DPR," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto resmi dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh KPK pada Senin 17 Juli 2017 pekan lalu. Dia dijadikan tersangka setelah KPK punya dua alat bukti dugaan keterlibatannya dalam kasus yang merugikan uang negara Rp 2,3 triliun.

Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x