Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 09:49 WIB

Pergantian Novanto Dinilai Berimbas pada Balon

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 25 Juli 2017 | 08:25 WIB
Pergantian Novanto Dinilai Berimbas pada Balon
Pengamat Politik Igor Dirgantara - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Posisi Setya Novanto yang masih dipertahankan menjadi ketua umum Partai Golkar, meski menyandang status tersangka dinilai karena ada kepentingan.

Salah satunya adalah kepentingan para bakal calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Beringin. Sebab, apabila ketua umumnya diganti, akan berimbas pada calon tersebut.

"Kaya di Sulawesi, Nurdin Halid itu kan kalau (Setya Novanto) diganti, dia (Nurdin Halid) bisa diganti juga yang dicalonkan (Partai Golkar)," kata Pengamat Politik Igor Dirgantara pada INILAHCOM, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Untuk itu, kata dia, beberapa elit atau pengurus partai mempertahankan Novanto. Meski pada akhirnya akan melepaskan seiring dengan proses hukum di KPK.

"Karena Pilkada ini kan sudah pakai suratnya Novanto sudah pakai tanda tangannya Novanto," ujar dia.

Selain itu, dipertahannya Novanto sebagai ketua umum, karena dalam AD/ART Partai Golkar, tidak disebutkan seorang yang jadi tersangka harus mundur dari jabatan ketua umum.

"Didalam AD/ART Partai Golkar yang membuat mundur karena halangan tetap, meninggal dunia atau berstatus terdakwa tapikan kemudian elit-elit Golkar kan ini oligarki jadi elit-elit nya masih mempertahankan," ujar dia.

Diketahui, Novanto resmi dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh KPK pada Senin 17 Juli 2017 pekan lalu. Dia dijadikan tersangka setelah KPK punya dua alat bukti dugaan keterlibatannya dalam kasus yang merugikan uang negara Rp 2,3 triliun.

Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ind]

 
Embed Widget

x