Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 19:36 WIB

Imbas Status Novanto pada Partai Disebut Kecil

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 25 Juli 2017 | 07:18 WIB
Imbas Status Novanto pada Partai Disebut Kecil
Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendro Satrio - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP oleh KPK. Kasus yang diduga merugikan uang negara senilai Rp 2,3 triliun.

Lalu apakah status tersangka ini punya implikasi negatif terhadap Partai Beringin. Demikian disampaikan Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendro Satrio.

Menurut dia, implikasi itu hanya terhadap pribadi Novanto, tidak meluas ke partai. Meskipun Novanto saat ini menjabat sebagai ketua umum.

"Golkar ini menurut saya kuat ya. Ini kan hanya level Setya Novanto. Dia kan pernah badai Soeharto tapi aman-aman saja," ujar Hendro pada INILAHCOM, Senin (24/7/2017).

Hendro mengatakan, kalaupun status tersangka Novanto berimbas ke partai tidak akan besar. "Jadi menurut saya kalaupun turun 1-2 % saja, tidak tinggi. Karena Partai Golkar partai yang dewasa," ujar dia.

Mengenai status tersangka Novanto apakah Golkar perlu melakukan Munaslub, dia menyerahkan sepenuhnya kepada elit partai. "Kalau perlu ada tidaknya munaslub itu tergantung Golkar," ujar dia.

Diketahui, Novanto resmi dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh KPK pada Senin 17 Juli 2017 pekan lalu. Dia dijadikan tersangka setelah KPK punya dua alat bukti dugaan keterlibatannya dalam kasus yang merugikan uang negara Rp 2,3 triliun.

Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ind]

 
x