Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 20:59 WIB

UU Pemilu yang Baru Untungkan Partai Besar?

Oleh : Fadhly Zikry | Minggu, 23 Juli 2017 | 12:17 WIB
UU Pemilu yang Baru Untungkan Partai Besar?
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengatakan Pemilu Serentak 2019 tidak lagi menggunakan bilangan pembagi pemilih (BPP) seperti pada Pemilu 2014 setelah DPR mengesahkan UU Pemilu.

"Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, sebagaimana yang termaktub dalam RUU itu, suara sah dibagi dengan bilangan pembagi dengan pecahan 1,4 dan diikuti secara berurut oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Minggu (23/7/2017).

Apakah dengan metode konversi suara itu lebih menguntungkan partai besar, seperti PDI Perjuangan dan Partai Golkar, Titi menyampaikan data simulasi menggunakan metode divisor dengan teknik penghitungan sainte lague murni.

"PDI Perjuangan, misalnya, yang pada Pemilu 2014 meraih 109 kursi DPR dengan 23.673.018 suara (18,95 persen) akan bertambah menjadi 110 suara bila menerapkan metode tersebut," ujarnya.

Begitu pula, Partai Golkar juga bertambah menjadi 95 kursi dari 91 kursi dengan 18.424.715 suara (14,75 persen); Partai Demokrat 61 kursi dengan 12.724.509 suara (10,18 persen) menjadi 62 kursi; PPP 39 kursi meraih 8.152.957 suara (6,52 persen) menjadi 40 kursi; Partai Hanura 16 kursi meraih 6.575.391 suara (5,26 persen) menjadi 17 kursi.

"Sebaliknya, Partai Gerindra yang meraih 14.750.043 suara (11,81 persen) jumlah kursinya berkurang dua, yakni dari 73 menjadi 71 kursi DPR RI; PKB 47 kursi dengan 11.292.151 suara (9,04 persen) menjadi 46 kursi; PAN 49 kursi dengan 9.459.415 suara (7,57 persen) menjadi 45 kursi; PKS meraih 40 kursi dengan 8.455.614 suara (6,77 persen) menjadi 38 kursi," paparnya.

"Hanya Partai NasDem yang pada Pemilu 2014 meraih 8.412.949 suara (6,73 persen) tidak bertambah maupun berkurang, atau tetap 36 kursi DPR bila menggunakan teknik penghitungan 'sainte lague' murni," tambahnya.

Menurut dia, metode sainte lague murni lebih menjamin kesetaraan antara persentase perolehan suara dan persentase perolehan kursi. Dengan demikian, lebih ada kesetaraan atau proporsionalitas bagi parpol.

"Jadi, bukan soal menguntungkan partai besar atau merugikan partai kecil. Akan tetapi, kami menghitung menggunakan rumus agar sesuai dengan asas pemilu yang kita anut, yakni adil dan demokratis," tandasnya. [tar]

Tags

 
x