Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:36 WIB

Wajar UU Pemilu Untungkan Jokowi di 2019

Oleh : Fadhly Zikry | Minggu, 23 Juli 2017 | 09:24 WIB
Wajar UU Pemilu Untungkan Jokowi di 2019
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hal yang wajar jika Undang-undang Pemilu yang baru disahkan oleh DPR lebih menguntungkan pemerintah dan partai koalisi pendukungnya.

"Apakah UU Penyelenggaraan Pemilu yang menjadi landasan hukum pelaksanaan pemilu anggota legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 itu untuk kepentingan Jokowi, PDI Perjuangaan, dan partai pendukung lainnya? Saya kira jelas," kata pengamat Politik dari Universitas Diponegoro, Teguh Yuwono, Sabtu (22/7) malam.

Dia menambahkan wajar bila ketentuan yang ada di dalam Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum menguntungkan rezim yang saat ini berkuasa demi melanggengkan kekuasaannya. "Di mana-mana rezim yang berkuasa pasti kan ingin melanggengkan kekuasaan."

Menurut dia, hal itu merupakan hukum atau dalil politik di mana-mana bahwa penguasa (incumbent) atau pemimpin yang sedang berkuasa menginginkan melanjutkan kekuasaannya dengan cara memenangi pemilihan umum pada periode berikutnya.

"Saya kira normal apa yang dilakukan oleh Jokowi dan timnya serta partai pengusungnya agar Jokowi bisa menang pada Pilpres 2019. Hal ini biasa di dalam politik," katanya.

Sebelumnya, dalam Sidang Paripurna DPR RI yang berlangsung pada hari Kamis (20/7) hingga Jumat (21/7) dini hari, terdapat perbedaan sejumlah fraksi, antara fraksi yang mendukung Paket A dan pendukung Paket B.

Fraksi pendukung pemerintah kecuali PAN mendukung Paket A
1. Presidential threshold 20 persen
2. Parliamentary threshold 4 persen
3. Sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-10 kursi
4. Metode konversi suara saint lague murni

Fraksi non pemerintah seperti Fraksi Gerindra, Fraksi PKS Fraksi Demokrat plus Fraksi PAN memilih paket B
1. Presidential threshold nol persen
2. Parliamentary threshold 4 persen
3. Sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-10 kursi
4. Metode konversi suara quota hare
[tar]

Tags

Komentar

 
x