Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:53 WIB

Megawati Ingatkan Ancaman Perang Modern

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 21 Juli 2017 | 20:01 WIB
Megawati Ingatkan Ancaman Perang Modern
Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri mengatakan, ancaman dari perang modern yang semakin nyata.

Perkembangan modern itu, telah menyeret negara-negara pada suatu kondisi peperangan yang tidak kasat mata, atau yang dikenal dengan istilah Proxy War.

"Perang modern ini adalah sebuah ujian berat, tidak hanya bagi TNI, tetapi juga terhadap seluruh elemen bangsa," katanya di hadapan 437 calon perwira remaja Taruna dan Taruni TNI di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (21/7/2017).

Menurut dia, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi kejahatan keuangan internasional, perdagangan manusia, peredaran narkotika, serta terorisme yang melibatkan lintas negara.

"Tujuan utamanya tetap, yakni mencoba memecah belah bangsa, dan menguasai Indonesia yang begitu kaya. Mereka, kepentingan asing yang berkolaborasi dengan 'para penjual bangsa', akan terus memperlemah kedaulatan politik, ekonomi, dan sistem sosial kita," ulasnya.

Atas dasar itu, Mega menyatakan saat ini tugas TNI bukan hanya sekadar berjuang untuk mewujudkan TNI sebagai tentara rakyat dengan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang modern.

Pasalnya, senjata modern bukanlah hal utama. Tapi senjata yang sehebat-hebatnya adalah semangat, perjuangan dan komitmen total bagi bangsa dan Negara Indonesia.

"Hal ini juga ditegaskan oleh Bung Karno pada saat peresmian Lembaga Pertahanan Nasional, pada tanggal 20 Mei 1965, 'Asal semangat berkobar dan bersatu, kita bisa menundukkan musuh paling hebat sekalipun. Persatuan rakyat adalah senjata yang sehebat-hebatnya'," ujarnya.

Ia pun berharap TNI dan Polri harus selalu bekerjasama, bahu membahu, saling bergotong royong dalam rangka pengayoman, dan perlindungan bagi warga bangsa, guna memastikan terciptanya rasa aman dan ketentraman masyarakat.

"Itulah sebabnya TNI baru turun ke lapangan kalau negara dalam darurat bahaya/ darurat sipil. Sementara Polri sesuai perannya dalam keamanan dalam negeri. Tetapi, tentu saja tidak mungkin konsep pertahanan dan keamanan suatu negara terlepas dari Politik Negara, yang merupakan integrasi dari politik dalam dan luar negeri," harapnya.[jat]

Tags

 
Embed Widget

x