Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 11:10 WIB

Mega Jelaskan Makna Pancasila ke-437 Taruna TNI

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 21 Juli 2017 | 18:13 WIB
Mega Jelaskan Makna Pancasila ke-437 Taruna TNI
Presiden Republik Indonesia (RI) ke-5 Megawati Soekarnoputri - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI) ke-5 Megawati Soekarnoputri memaparkan makna yang terkandung dalam lima butir Pancasila di depan 437 calon perwira remaja Taruna dan Taruni TNI di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (21/7).

Dalam pemaparannya Mega menjelaskan, untuk Sila Pertama Pancasila menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan.

"Dimana, ketuhanan yang dilaksankan dengan cara yang berkebudayaan tidak ada egoisme agama, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, ketuhanan yang menghormati agama dan kepercayaan setiap warga negara," katanya.

Untuk Sila kedua, putri sulung Soekarno itu menjelaskan, Bung Karno telah menegaskan cita-cita kemerdekaan Indonesia muncul dari perasaan senasib sebagai bangsa terjajah.
Karena itulah Indonesia merdeka yang dibangun haruslah Indonesia yang mengejar cita-cita kemanusiaan, yakni bebas segala bentuk penajajahan.

"Cita-cita kemanusiaan inilah yang melahirkan progran Nation and Character Building guna menjadikan manusia indonesia yang merdeka, percaya diri dan terbebaskan dari mentalitas bangsa terjajah," paparnya.

Sedangkan pada sila ketiga, Megawati mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang berbangsa satu, bertanah air satu dan menjunjung tinggi bahasa persatuan Indonesia. Menurutnya, hal itu inti dari sumpah pemuda.

"Sumpah pemuda telah meletakkan dasar yang kokoh, bagaimana Indonesia yang merdeka itu hadir sebagai negara kebangsaan," ungkapnya.

Sila Keempat, disebut menggambarkan bagaimana Indonesia berdiri dengan penuh kepercayaan diri pada jati diri kepribadian bangsa. Pasalnya, musyawarah adalah tradisi demokrasi yang hidup di Indonesia.

"Kita ini bukan demokrasi liberal. Contoh pokoknya sebagai warga dan bangsa boleh kemukakan pendapat. Tapi ada kewajibannya menjaga persatuan dan kesatuan. Kalau membahayakan tak bisa begitu dong," jelasnya.

Untuk sila kelima, Megawati menekankan ini merupakan cita-cita keadilan sosial juga sebagai koreksi atas demokrasi barat yang hanya mengedepankan aspek politik. Di Indonesia, kata Megawati demokrasi harus mengutamakan kepentingan rakyat.

"Demokrasi dalam ranah politik pada saat bersamaan harus dilengkapi dengan demokrasi di bidang ekonomi, melalui cita kesejahteraan cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur," bebernya.[jat]

Tags

 
Embed Widget

x