Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:48 WIB

Djan Faridz Hadapi Romy dengan Sikap 'Dingin'

Oleh : Willi Nafie | Jumat, 21 Juli 2017 | 00:03 WIB
Djan Faridz Hadapi Romy dengan Sikap 'Dingin'
Djan Faridz - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dualisme kepemimpinan PPP terus bergulir antara pihak Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romy) yang masih saling mengklaim legalitas kepengurusan melalui jalur hukum.

Puncaknya, penyerangan kantor DPP PPP di Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/7) lalu. Pihak Djan menduga serangan itu dilakukan oleh pihak Romy untuk mengambil alih kantor yang diduduki pihak Djan Faridz.

Menanggapi hal itu, Djan Faridz, akhirnya angkat bicara. Mantan Menteri Perumahan Rakyat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini terlihat menghadapi pihak Romy dengan sikap 'dingin' atau tidak emosional.

Mulai dari mengeluarkan air mata, saat menyikapi kekisruan, mempersilahkan Romy bersilahturahmi dan bakal disediakan buah-buahan, makanan dan tenda bila datang dalam jumlah yang banyak, hingga mengungkapkan bahwa Romy bukan saja teman separtai namun bagaikan saudara.

"Jadi kalau mereka (kubu Romy) mau kemari tinggal telepon saya, Pak Djan Farids mau mampir dong, saya akan terima," ucap Djan, saat konferensi pers di Kantor DPP PPP, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).

Djan mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada konflik antara dirinya dengan Romy, namun hanya berbeda pandangan.

"Saya berantem dengan Menkumham, Laoly. Demen keluarin SK, Laoly urusan sama saya. Sudah 7 kali menang, belum beres juga," tandasnya.

Kendati demikian, Djan tetap menyayangkan peristiwa penyerangan kantor DPP PPP. Mengingat perbuatan itu dinilai tidak sesuai ahklak yang diajarkan agama Islam serta tidak mencerminkan perilaku kader partai Islam. "Saya sebenarnya sedih," tutupnya.

Diketahui, pasca dualisme kepemimpinan PPP berujung kisruh pihak Djan dan Romy. Bahkan terjadi penyerangan kantor DPP PPP yang dikuasai pihak Djan, Minggu (16/7) lalu.
Pihak Djan pun menduga pelaku penyerangan berasal dari kubu Romahurmuziy, lantaran ada seorang pengacara kubu Romy, yang ikut bersama pelaku saat penyerangan.

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor 1027/K/VII/2017/Restro Jakpus. Bahkan kabarnya polisi sudah melakukan olah TKP dan mengecek CCTV untuk melihat kronologis penyerangan itu.

Berselang beberapa hari kemudian, kembali beredar kabar Markas PPP bakal diambil alih oleh PPP kubu Romahurmuziy Rabu (19/7/2017) malam. Kemudian kubu Djan mengerahkan puluhan orang melakukan penjagaan ketat di dalam lokasi kantor Partai berlambang Ka'bah itu hingga saat ini.[jat]

 
Embed Widget

x