Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 07:00 WIB

Hakim Sebut Akom Ikut Nikmati Uang Korupsi e-KTP

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 20 Juli 2017 | 12:53 WIB
Hakim Sebut Akom Ikut Nikmati Uang Korupsi e-KTP
Mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin diyakini menerima uang senilai USD 100 ribu. Hal itu dituangkan majelis hakim dalam pertimbangan amar putusan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dangan terdakwa dan Sugiharto.

"Bahwa ada pihak lain yang diuntungkan oleh para terdakwa yakni Ade Komarudin senilai USD 100 ribu," kata hakim anggota Anwar saat membacakan pertimbangan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).

Pertimbangan majelis hakim ini membuat bantahan Ade Komarudin yang menyebut tidak menerima uang e-KTP terpatahkan. Sebab, pertimbangan putusan ini berdasar pada fakta-fakta dan bukti di persidangan kasus e-KTP.

Selain Akom, pihak lain yang diuntungkan adalah Miryam S Haryani. Politikus Partai Hanura itu disebut menerima uang senilai USD 1,2 juta.

Kemudian, Diah Anggraini USD 500 ribu; Markus Nari USD 400 ribu; Hotma Sitompul USD 400 ribu; Husni Fahmi USD 20 ribu; Drjajat Wisnu Setyawan USD 40 ribu dan Rp 25 juta.

Sejulah konsorsium juga ikut diuntungkan dari proyek e-KTP. Antara lain PNRI Rp 107 miliar; Pt Sandipala Arthapura Rp145 miliar;
Pt Len Industri Rp3,5 miliar; Pt Sucofindo Rp8,2 miliar dan PT Quadra Solution Rp79 miliar.

Untuk diketahui, dalam dakwaan jaksa, maupun BAP Irman di KPK, disebutkan bahwa Akom meminta Irman membantu untuk kegiatannya di Bekasi senilai 1 miliar. Uang hasil korupsi e-KTP itupun diberikan Irman melalui keponakan Akom senilai 100 ribu dollar Amerika. Akom sendiri pernah membantah menerima uang ini. [ton]

Komentar

 
x