Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 09:48 WIB

Demi Pancasila, Megawati Tak Peduli Dikritik

Oleh : Abdullah Mubarok | Selasa, 18 Juli 2017 | 17:03 WIB
Demi Pancasila, Megawati Tak Peduli Dikritik
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Sumut - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bercerita mendapat kritik ketika dirinya mau menjadi Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

"Ketika saya diminta oleh Bapak Presiden Jokowi, untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP, ada yang memberi kritik, lho Ibu Megawati sudah pernah jadi anggota DPR, Wapres, dan Presiden, serta Ketua Umum Partai terlama, apalagi yang dicari, apalagi hanya sebuah unit kerja," ujarnya dalam peresmian kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, Selasa (18/7/2017).

Megawati menegaskan dirinya siap menjadi apapun demi Pancasila. Dia tidak peduli dengan kritik yang datang.

"Mendapat komentar itu, saya justru menegaskan bahwa untuk Pancasila, apapun saya siap," kata Megawati disambut tepuk tangan meriah ribuan kadernya.

Selain itu, dia bercerita perjalanan PDI Perjuangan sarat dengan perasan keringat perjuangan dan pengorbanan. Dia menyinggung peristiwa 27 Juli 1996.

"Saat itu sebagai Ketua Umum PDI yang sah, telah diterima secara resmi oleh Presiden Soeharto, namun mengapa kantor kami diserang dan diambil alih sebagaimana terjadi pada peristiwa 27 Juli 1996," ucapnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengatakan kantor partai adalah rumah rakyat, rumah untuk merancang seluruh kegiatan partai agar semakin menampilkan watak kerakyatannya.

"Megawati pun mengajak seluruh kader Partai agar menggunakan kantor Partai sebagai rumah rakyat dimana rekrutmen anggota, pendidikan politik dan kaderisasi dilakukan," ujarnya.

Kantor DPD Perjuangan yang berdiri megah tiga lantai tersebut diresmikan dengan penandatanganan prasasti. Kantor permanen dan masuk kekayaan atas aset DPP. [rok]

Tags

Komentar

 
x