Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:29 WIB

Telegram Mungkinkan Pengguna Sembunyikan Data Diri

Oleh : Ivan Setyadi | Selasa, 18 Juli 2017 | 15:07 WIB
Telegram Mungkinkan Pengguna Sembunyikan Data Diri
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut minimnya data identitas diri bagi pemilik akun menjadi salah satu alasan mendasar Telegram diblokir di Indonesia.

"Bahwa Telegram ini tidak harus menyertakan identitas yang lengkap dalam membuat akun. Beda dengan Facebook, aplikasi tersebut memasukkan data nomor, data diri, dan harus dikonfirmasi benar," kata Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Abdul Rahman Kadir di Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, kelompok radikal baru menyadari hal tersebut, sehingga celah dari sistem keamanan Telegram dimanfaatkan untuk berkomunikasi antaranggota lainnya.

BNPT menemukan adanya pembicaraan yang memuat cara pembuatan bom, bahkan bahan-bahan bom tersebut dijelaskan detail dengan bahan yang biasa tersedia di dapur rumah.

"Bagus kalau Telegram ingin membuka perwakilan di Indonesia dan bekerja sama dengan pemerintah melawan teroris, tapi ya terlalu lama kalau ditunggu," katanya.

Kementerian Kominfo sendiri telah mengirim surat elektronik enam kali tanpa jawaban, sehingga pada 14 Juli 2017 diputuskan untuk melakukan pemblokiran.

Seperti dinyatakan dalam pers rilis yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga menyampaikan telah menerima email permintaan maaf dari CEO Telegram Pavel Durov.

Ia mengatakan bahwa CEO Telegram kini telah menindaklanjuti dan mengusulkan komunikasi khusus untuk proses penanganan konten negatif khususnya radikalisme/teorisme.

 
Embed Widget

x