Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:36 WIB

Perpres Penguatan Karakter Bukan Full Day School

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 18 Juli 2017 | 14:00 WIB
Perpres Penguatan Karakter Bukan Full Day School
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan perpres penguatan pendidikan karakter bukanlah program lima hari sekolah (full day school) yang belakangan menjadi polemik oleh berbagai pihak.

Ia pun mengakui gagasan program tersebut dianggap merugikan pola pendidikan di pondok pesantren dan madrasah.

Program full day school juga dianggap menjadikan lembaga pendidikan mengajarkan anak didiknya belajar hingga siang dan sore hari.

"Selain juga anak-anak kita (belajar) sore hari banyak sekali diisi dengan pelajaran yang lain. Maka, dalam perpres ini akan lebih dikedepankan penguatan pendidikan karakternya," kata Lukman di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Ia menjelaskan implementasi dari program penguatan pendidikan karakter akan dilakukan secara fleksibel.

"Ini bisa dilakukan dengan lima hari sekolah atau enam hari sekolah. Tergantung dari kesiapan sekolahnya. Jadi, poinnya bukan di lima atau enam hari dalam seminggu, tapi bagaimana penguatan karakter itu," ujarnya. [rok]

Komentar

 
Embed Widget

x