Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 10:59 WIB

Golkar Masih Kaget Novanto Jadi Tersangka e-KTP

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 18 Juli 2017 | 07:04 WIB
Golkar Masih Kaget Novanto Jadi Tersangka e-KTP
Ketua Koordinator Bapilu Indonesia Partai Golkar, Nusron Wahid - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia Partai Golkar, Nusron Wahid mengatakan partainya belum menentukan sikap untuk langkah hukum pasca Ketua Umum Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Sebab, masih pada syok.

"Semua pasti masih kaget, masih ada sedikit ketidakdugaan dengan kondisi ini. Kita belum memikirkan langkah lebih jauh, kita membincangkan soliditas partai politik dalam langkah melanjutkan agenda-agenda politik," kata Nusron di kediaman Novanto, Senin (17/7/2017) malam.

Menurut dia, yang jelas memastikan bahwa agenda politik seperti persiapan pilkada sejauh ini masih solid dan berjalan sesuai dengan term serta kondisi waktu yang ditentukan.

"Karena Golkar itu kekuatannya pada sistem, bukan pada satu dua orang," ujarnya.

Ia mengatakan partainya Insya Allah bisa mengatasi musibah ini dengan baik, karena memang setelah ditetapkan sebagai tersangka Ketua DPR itu tanpa ada riak-riak yang berarti dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan asas kemanusiaan.

"Kalau internal rapat hanya ngobrol agenda-agenda parpol, sesuai waktu dan jadwal yang ditetapkan," jelas dia.

Untuk diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan penetapan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Karena, Novanto diduga menguntungkan diri sendiri ketika menjadi anggota DPR Periode 2009-2014.

Novanto disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga mengkondisikan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Novanto sebagai tersangka keempat dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.[ris]

 
Embed Widget

x