Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 12:21 WIB

Yohana Sayangkan Diskriminasi di SMP Banyuwangi

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 17 Juli 2017 | 18:17 WIB
Yohana Sayangkan Diskriminasi di SMP Banyuwangi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise angkat bicara soal tindakan diskriminasi terhadap seorang siswi berinisial NWA di SMPN 3 Genteng Banyuwangi, Jawa Timur.

Adapun tindakan diskriminasi yang dilakukan sekolah tersebut adalah meminta NWA sebagai salah satu calon muridnya untuk menggunakan jilbab, sementara dirinya merupakan non-Muslim.

Yohana mengungkapkan, sikap diskriminasi ini tidak hanya terjadi di SMPN 3 Genteng Banyuwangi saja. Ada di beberapa sekolah lain yang melakukan tindakan serupa.

Ia menilai sikap diskiriminasi ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang dilakukan pihak sekolah, terutama kepala sekolahnya.

"Melihat UUD 1945 kan, menjamin semua hak WNI. Baik itu perempuan, laki-laki dan anak-anak dilindungi hak-hak mereka. Kalau sampai peristiwa ini terjadi, berarti sudah melanggar UUD 1945," ujar Yohana di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Ia pun menyayangkan terjadinya sikap diskriminasi tersebut, apalagi terjadi di sekolah negeri yang seharusnya menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.

"Berdasarkan Konvensi Hak Anak yang sudah diratifikasi oleh Bapak Presiden bahwa setiap anak harus diperhatikan, mempunyai hak yang sama, tanpa diskriminasi. Berhak bersekolah, bermain, berkreatif dan memenuhi tumbuh kembang mereka serta kita harus melindungi mereka dari kekerasan," paparnya.

Lebih jauh, Yohana menjanjikan dirina akan menemui Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengenai tindakan diskriminasi ini, meskipun sebelumnya sudah meminta maaf kepada publik.

"Saya sampaikan, setiap anak itu punya hak untuk bersekolah dimana saja tanpa diskriminasi. Saya akan telepon bupatinya karena hal ini tidak boleh terjadi," tegasnya.[jat]

Komentar

 
x