Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 15:53 WIB

Disebut Jegal Prabowo di 2019, Ini Kata Pemerintah

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 17 Juli 2017 | 17:40 WIB
Disebut Jegal Prabowo di 2019, Ini Kata Pemerintah
Mendagri Tjahjo Kumolo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mendagri Tjahjo Kumolo angkat bicara soal tudingan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut pemerintah ingin menjegal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Adapun pandangan ini disampaikan Fadli lantaran pemerintah bersikukuh enggan merubah ambang batas Presiden dalam revisi Undang-Undang Pemilu.

Menurut Fadli, ambang batas 20 persen dari perolehan kursi atau 25 persen perolehan suara sudah tidak relevan dan telah digunakan saat Pilpres 2014.

"Kalau ada politikus yang mengatakan bahwa Presidential Treshold 20 atau 25 persen itu kepentingan pemerintah untuk calon tunggal, enggak ada buktinya kok," tegas Tjahjo di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Ia pun memaparkan, selama dua kali Pilpres menggunakan Presidential Treshold sebanyak 20 persen dan 25 persen.

Adapun ambang batas Presiden sebesar 20 persen demi memperkuat sistem presidensial yang berlaku di Tanah Air.

"Pilpres pertama lima pasang calon, yang kedua dari empat menjadi dua pasang. Sudah diatur juga di dalam Undang-undang yang baru bahwa tidak mungkin ada calon tunggal," tandasnya. [fad]

 
x