Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 15:40 WIB

Pemerintah dan Telegram Cari Titik Tengah

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 17 Juli 2017 | 14:21 WIB
Pemerintah dan Telegram Cari Titik Tengah
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah meminta agar publik tak salah tangkap dengan alasan pemerintah melakukan pemblokiran terhadap aplikasi Telegram.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi menegaskan, alasan pemerintah memblokir aplikasi perpesanan instan itu adalah untuk menyelamatkan keamanan negara.

Berdasarkan pengamatan pemerintah, aplikasi tersebut banyak dimanfaatkan kelompok teroris untuk berrkomunikasi satu sama lain. Bahkan, diketahui pula di Telegram banyak didapatkan konten-konten bermuatan radikalisme sehingga akhirnya dilakukan pemblokiran.

"Soal pemblokiran, teman-teman media harus detil dulu, apa yang diblokir. Itu mungkin bisa dijelaskan dan disampaikan agar publik itu tidak salah tangkap. Presiden kemarin sudah menyatakan bahwa pemblokiran Telegram itu untuk menyelamatkan keamanan negara," jelas Johan di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Sementara soal munculnya permohonan maaf dari Telegram kepada pemerintah yang terkesan lamban menyikapi laporan banyaknya akun yang diduga bernuansa radikal, Johan menyatakan bahwa itu kewenangan Kemenkominfo untuk menyikapinya.

"Detilnya silakan tanya ke Menkominfo. Saya baca juga bahwa ada pernyataan komunikasi antara Telegram dengan Menkominfo. Setelah ada komunikasi, saya tidak tahu apakah ada perubahan kebijakan atau kebijakan lain dari pemerintah. Jadi, saya rasa teman-teman perlu tanya ke Pak Rudiantara," tuturnya.

Lebih lanjut, pemerintah pun tak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama dengan pihak Telegram dalam rangka mencegah perkembangan kelompok teroris melalui aplikasi perpesanan instan.

"Peluang-peluang kerjasama itu kan, sebagai cara untuk menyelesaikan persoalan. Dari sisi Kemenkominfo sebelumnya merasa tidak ada komunikasi dengan Telegram. Baru kemudian telegram mengakui bahwa sebelumnya pernah ada komplain dari pemerintah Indonesia kepada mereka," jelasnya.

Adapun saat ini menurutnya pemerintah bersama pihak Telegram tengah mencari jalan tengah pasca dilakukannya pemblokiran terhadap aplikasi tersebut.

"Setelah ada pemberitaan soal ini, barulah kemudian terbangun komunikasi antara Telegram dan pemerintah. Saya rasa jalan tengahnya sekarang tengah dibahas antara pemerintah dan Telegram," ujarnya.

Sementara itu, soal kemungkinan jalan tengahnya adalah menyepakati domain Telegram kembali dibuka di Indonesia dengan klausul tertentu, Johan menyatakan tak dapat memiliki kapasitas untuk menjawabnya.

"Saya tidak mempunya kompetensi apa jalan tengahnya, sebaiknya tanya ke Menkominfo. Menkominfo bilang baru ada komunikasi dengan Telegram dan bisa saja dibangun kembali atau diselesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi ganjalan pemerintah. Poin utamanya untuk keamanan negara," tandasnya. [rok]

Tags

 
x