Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 05:22 WIB

Kapolri: Marak Fenomena 'Lone Wolf Terorism'

Oleh : Agus Irawan | Senin, 17 Juli 2017 | 14:17 WIB
Kapolri: Marak Fenomena 'Lone Wolf Terorism'
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada 31 kasus terorisme sejak tahun 2015 sampai Juli 2017 diantaranya adalah kasus bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.

Tercatat selama dua tahun tersebut terdapat 336 tersangka kasus terorisme yang ditangkap.

"Kasus bom bunuh diri di KP Melayu ada 15 orang ditangkap di Bima ada 3 orang, kalau dilihat ada 336 tersangka, untuk sebagian besar dalam proses pencegahan dibandingkan penangkapan," kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Dia mengungkapkan bahwa saat ini semakin maraknya fenomena 'lone wolf terorism' dalam 2 tahun terakhir. Sehingga kasus ini berbeda dengan kasus bom Bali tahun 2000.

"Dua tahun terakhir terjadi lone wolf, mereka teradikalisasi melalui internet, ada cara training untuk menyerang, merakit bom dan lainnya, sehingga fenomena ini berbeda dengan kejadian bom Bali," jelasnya.

Dia menambahkan saat ini polisi terus melakukan cyber patrol untuk mengawasi hal-hal yang akan mengancam keamanan negara.

"Kami lakukan langkah yang menekan sistem komunikasi mereka dan melakukan counter di dunia maya, jadi ini namanya perang dunia maya, jadi mereka melakukan cyber jihad, maka kami melakukan cyber counter terrorism," paparnya.[jat]

Komentar

 
x