Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:19 WIB

Sejumlah Komoditas Sembako Naik Awal Pekan Ini

Oleh : - | Senin, 17 Juli 2017 | 10:19 WIB
Sejumlah Komoditas Sembako Naik Awal Pekan Ini
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Sumenep - Sejumlah komuditas sembako naik pada awal pekan ini. Salah satunya harga cabai rawit di pasar tradisional Sumenep yang kembali mengalami kenaikan. Harga cabai rata-rata naik Rp 5.000 per kg.

"Harga cabai kecil pekan ini naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Tren harga cabai kecil ini memang terus mengalami kenaikan," kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Sukaris, Senin (17/7/2017).

Dia menuturkan, kenaikan harga cabai rawit tersebut karena tingginya permintaan konsumen.

"Cabai ini kan termasuk komoditas yang mudah busuk. Harganya sangat fluktuatif, mengikuti permintaan dan stok di pasaran," ujarnya.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam kampung dan telur ayam ras. Untuk ayam kampung, harganya naik Rp 5 ribu per kg menjadi Rp 80 ribu, dan telur ayam ras harganya naik Rp 1.000 per kg menjadi Rp 21 ribu.

"Kalau untuk daging ayam broiler pekan ini stabil Rp 30 ribu per kg, dan untuk telur ayam kampung juga tidak mengalami kenaikan harga, tetap Rp 38.400 per kg," ujarnya.

Berbeda dengan cabai rawit yang terus melejit, cabai merah besar justru terlihat lesu.

"Saat ini harga cabai merah besar Rp 15 ribu per kg. Masih stabil seperti tiga hari lalu. Memang selisih harganya jauh dibanding cabai kecil. Mungkin ini terkait dengan permintaan dan kebutuhan konsumen," paparnya.

Sukaris menambahkan, untuk beberapa komoditas lain harganya relatif stabil. Beras kualitas medium IR 64 Rp 9.500 per kg, dan IR desa Rp 8.500 per kg.

"Untuk gula pasir dalam negeri tetap Rp 12.500 per kg, dan minyak goreng curah juga tetap Rp 12.000 per kg," ucapnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep melakukan pemantauan harga sembako di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [beritajatim]

Komentar

 
x