Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 08:57 WIB

Penutupan Telegram di Indonesia

Jadi Alat Komunikasi Teroris

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 17 Juli 2017 | 08:34 WIB
Jadi Alat Komunikasi Teroris
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jadi alat komunikasi teroris, itulah alasan Presiden Joko Widodo memerintahkan menutup aplikasi telegram dari Indonesia.

"Pemerintah kan sudah mengamati lama dan kita, negara ini mementingkan keamanan negara, keamanan masyarakat, oleh sebab itu keputusan itu dilakukan," kata Presiden usai memberikan kuliah umum pada pendidikan Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (16/7/2017) kemarin.

Presiden mengatakan, pemerintah mendeteksi adanya ribuan aktivitas komunikasi antar negara dalam aplikasi tersebut yang mengarah kepada aktivitas terorisme.

Saat ditanya wartawan bahwa Telegram telah mengklaim menutup akun-akun yang berkaitan dengan terorisme. "Kenyataannya masih ada ribuan yang lolos," tegasnya.

Kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan perusahaan aplikasi media sosial dan layanan pesan instan telah dilakukan untuk memberantas akun-akun terorisme. Sehingga langkah pemblokiran Telegram tidak akan diikuti dengan penutupan media sosial yang lain.

"Kita lihat masih banyak aplikasi-aplikasi yang lain yang bisa digunakan," tandasnya.

 
x