Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 13:37 WIB

Pemerintah Akui Penggunaan Telegram Oleh Teroris

Oleh : Raiy Muhammad | Minggu, 16 Juli 2017 | 12:30 WIB
Pemerintah Akui Penggunaan Telegram Oleh Teroris
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah telah memutuskan untuk memblokir aplikasi Telegram yang belakangan diduga banyak dimanfaatkan kelompok teroris untuk berkomunikasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah sudah lama mengamati penggunaan aplikasi tersebut oleh setiap penggunanya hingga akhirnya diblokir.

"Pemerintah sudah mengamati lama dan ini kan, mementingkan keamanan negara serta masyarakat. Oleh sebab itu, keputusan itu (pemblokiran) dilakukan," kata Jokowi usai meresmikan Akademi Bela Negara di Gedung ABN NasDem, Pancoran, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Ia menambahkan, ada banyak akun Telegram yang disinyalir dimiliki oleh bagian dari kelompok teroris untuk berkomunikasi satu sama lainnya.

Pemerintah, lanjutnya, tak menutup kemungkinan untuk memblokir aplikasi lainnya jika terdeteksi mengganggu keamanan negara.

"Memang tidak hanya satu, dua, tiga, empat dan lima. Ini ada ribuan (akun) yang ada disitu (Telegram) yang dikategorikan akan menggantu keamana negara ini, mengganggu keamanan masyarakat. Kita lihat kan, masih banyak aplikasi yang lain yang bisa digunakan," ujarnya. [rym]

Komentar

 
x