Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 11:00 WIB

Penerbitan Perppu Ormas

Tindakan Represif Picu Rasa Dendam Ormas

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 15 Juli 2017 | 04:05 WIB
Tindakan Represif Picu Rasa Dendam Ormas
(Foto: inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta pemerintah untuk tidak mendahulukan tindakan represif terhadap Ormas pasca 2/2017 tentang Ormas disahkan.

"Represifitas terang akan sangat berbahaya, bukan justru 'mematikan' ormas yang berideologi atau berlaku tidak sesuai dengan identitas ke-Indonesian, justru mereka bisa melakukan konsolidasi dan memperkuat diri karena merasa di dzholimi. Maka, jalan hukum harus selalu dipilih dan ditempuh oleh Pemerintah," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (14/7/2017).

Ia menilai pemerintah baiknya lebih mengutamakan langkah soft approach kepada Ormas yang dianggap mulai melenceng dari paham kenegaraan. Langkah ini dianggap justru akan lebih efektif karena tidak akan memupuk rasa dendam.

"Pilihan soft approach terhadap ormas-ormas yang terindikasi melenceng dari Pancasila, agaknya akan lebih tepat dan efektif, karena soft approach tidak menyebabkan dampak kebencian dan dendam yang kemudian melahirkan kelompok-kelompok radikal baru," harapnya.

Diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengumumkan soal pengesahan Peraturan Pemrintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 2/2017 tentang Ormas, Rabu (12/7/2017).

Lewat Perppu ini menghapus pasal yang menyebut bahwa pembubaran ormas harus melalui pengadilan. Pembubaran dengan cara pencabutan badan hukum bisa langsung dilakukan oleh pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri atau Menkumham. Perppu ini dibuat setelah pemerintah sebelumnya mengumumkan upaya pembubaran terhadap HTI

Meski demikian Wiranto memastikan diterbitkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tak bertujuan untuk menghalangi pembentukan ormas baru.

"Kebijakan membuat ormas itu kan, diizinkan dan dibuka seluasnya. Sudah lebih dari tiga ribu ormas di Indonesia itu bukan main loh. Artinya apa? Artinya, Pemerintah memberikan kebebasan untuk menyatakan pendapat, berkelompok untuk membuat organisasi," ulasnya. [hpy]

Tags

 
x