Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 15:43 WIB

Novanto: Saya Jelaskan yang Saya Ingat dan Ketahui

Oleh : Fadhly Zikry | Jumat, 14 Juli 2017 | 17:39 WIB
Novanto: Saya Jelaskan yang Saya Ingat dan Ketahui
Setya Novanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto merampungkan pemeriksaan sebagai saksi kasus e-KTP untuk tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong. Novanto merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB.

"Saya dimintai keterangan soal Andi Agustinus, seperti dalam persidangan sebelumnya, saya jelaskan semua yang saya ketahui dan saya ingat. Alhamdulillah, Semua pertanyaan penyidik yang memiliki subtansi dalam kasus ini dapat saya jawab semua," kata Novanto, Jumat (17/7/2017).

Ketua Umum Partai Golkar itu sendiri sebelumnya tiba di gedung KPK pada Jumat pagi sekira pukul 10.00 WIB. Meski belum pulih dari sakit, Novanto memenuhi panggilan penyidik KPK ditemani oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan Ketua DPP Partai Golkar Yahya Zaini dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner hitam.

Sebelum memasuki gedung KPK, Novanto sempat menyapa wartawan yang telah menunggunya sejak pagi. "Saya masuk dulu ya, nanti-nanti," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam persidangan di Tipikor sebelumnya, Novanto mengaku tidak mengenal Andi Narogong dalam urusan proyek e-KTP. Novanto yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar mengaku pernah bertemu dengan seseorang bernama Andi yang menawarkan kaos dan atribut partai untuk kampanye.

Sementara itu, Andi Narogong dalam persidangan kasus E-KTP dengan Terdakwa Irman dan Sugiharto, membantah semua keterangan ke dua terdakwa mengenai pertemuan dengan Setya Novanto di beberapa tempat, untuk membahas proyek E-KTP.

Andi Narogong yang dikenal sebagai sutradara kasus E-KTP, mengaku 2 kali bertemu Setya Novanto yang saat itu menjabat senagai Bendahara Umum Partai Golkar, untuk menawarkan kaos dan atribut Partai Golkar untuk kampanye. Namun kerjasama batal dilakukan lantaran ditolak Novanto dengan alasan penawarannya terlalu mahal.

Senada dengan Andi Narogong, saksi kunci kasus e-KTP Paulus Tanos, melalui telekonference dari Singapura, di pengadilan Tipikor mengaku dalam 2 kali pertemuan dengan Setya Novanto yang di gagas oleh Andi Narogong, tidak menghasilkan apa-apa.

Paulus Tanos bahkan mengaku kecewa dengan Andi Narogong yang menginisiasi pertemuan dengan Setya Novanto, karena Andi tidak pernah ikut menemui Setya Novanto. Paulus Tanos bahkan menuding Andi Narogong mencatut nama Setya Novanto dengan mengaku-ngaku kenal dekat, agar perusahaannya dapat ikut tender Proyek e-KTP. [fad]

Tags

 
x