Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:51 WIB

Perppu Ormas, Negara Dianggap Dukung PKI

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 14 Juli 2017 | 08:01 WIB
Perppu Ormas, Negara Dianggap Dukung PKI
Ketua Lembaga Dakwah Front Pembela Islam Habib Novel Bamukmin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Lembaga Dakwah FPI Habib Novel Bamukmin mengatakan alasan pemerintah dalam menerbitkan Perppu 2/2017 tentang Ormas karena kekhawatiran paham yang radikal, justru sebuah kesalahan.

"Tidak ada yang mengkhawtirkan. Justru jelas Ormas itu merah putihnya, Pancasilanya, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45. Justru pihak meraka, Pemerintah yang didukung partai pendukung, dukung PKI dan penjual aset bangsa demi asing dan asing," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (13/7/2017).

Ia menyatakan saat sekarang ini, masyarakat percaya kepada ulama karena paham jika Indonesia merdeka atas perjuangan para ulama. Kondisi ini membuat pemerintah justru makin tidak berpihak pada masyarakat dan menuduh Ormas yang melawan PKI adalah Ormas radikal.

"Masyarakat percaya pada ulama karena negara ini merdeka atas ulama dan umat. Masyarakat sudah tidak percaya. Buktinya poling Perppu ditutup. Meraka tambah jatuh dalam jurang kehancuran yang tidak berpihak kepada rakyat. Sehingga ormas yang lawan PKI dituduh radikal dan intoleran dan itu fitnah keji," ketusnya.

Ia bahkan menyatakan kondisi ini membuatnyha teringan dengan Orde Lama yang membiarkan PKI berkembang sedangkan Ormas-ormas Islam sengaja dibubarkan.

"Ini persis zaman orla. PKI dipiara dan ormas islam dibubarkan. Orla Masyumi dan HMI dibubarkan justru PKI digabung menjadi Nasakom. Mereka mau ulang sejarah juga dengan Presiden seumur hidup," sesalnnya.

Ia sendiri, mengaku Perppu ini juga sengaja akan diarahkan untuk FPI. Karena pemerintah yang ada sekarang dan sebelumnya terus berupaya membubarkan FPI tapi tidak pernah membuahkan hasil.

"Iya. Ini penyakit turunan dari pemerintah sebelumnya dari era Gusdur sampai sekarang yang ingin sekali bubarkan FPI dan semua gagal. FPI kan jelas nasionalismenya dan merah putihnya. Buat kami FPI seandainya pun dibubarkan gak ada masalah. Karna dengan cepat kita akan bikin ormas baru. Karna tujuan kita bukan ormas karna ormas hanya kendaraan yang bisa kita ganti," ulasnya.

Diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengumumkan soal pengesahan Peraturan Pemrintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 2/2017 tentang Ormas, Rabu (12/7/2017).

Lewat Perppu ini menghapus pasal yang menyebut bahwa pembubaran ormas harus melalui pengadilan. Pembubaran dengan cara pencabutan badan hukum bisa langsung dilakukan oleh pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri atau Menkumham. Perppu ini dibuat setelah pemerintah sebelumnya mengumumkan upaya pembubaran terhadap HTI

Meski demikian Wiranto memastikan diterbitkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tak bertujuan untuk menghalangi pembentukan ormas baru.

"Kebijakan membuat ormas itu kan, diizinkan dan dibuka seluasnya. Sudah lebih dari tiga ribu ormas di Indonesia itu bukan main loh. Artinya apa? Artinya, Pemerintah memberikan kebebasan untuk menyatakan pendapat, berkelompok untuk membuat organisasi," ulasnya. [hpy]

Tags

 
x