Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 15:43 WIB

Kunci Sukses Polisi Tangkap Pembacok Hermansyah

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 13 Juli 2017 | 16:19 WIB
Kunci Sukses Polisi Tangkap Pembacok Hermansyah
Pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja Polri patut diacungi jempol karena dengan cepat menangkap pelaku pembacokan ahli IT ITB Hermansyah berhasil ditangkap hidup-hidup.

Dua pelaku yang berprofesi sebagai debt collector itu kini meringkuk di tahanan Polres Depok.

"Polri hebat dan menjawab fitnah bahwa pembacokan Hermansyah adalah operasi intelijen hitam gara gara pendapatnya soal kasus chat, Polri mendengar aspirasi umat Islam," ujar pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib saat dihubungi Kamis, (13/7/2017).

Menurut dia, penangkapan dua pelaku harus dilanjutkan dengan memburu komplotan lainnya.

"Semua penyerang harus diringkus, mobil yang mereka gunakan saat bersenggolan dengan korban Hermansyah harus juga disita sebagai barng bukti," ujar Ridlwan.

Ridlwan menjelaskan setidaknya ada tiga kunci keberhasilan tim penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Depok dalam menangkap pelaku. Pertama, identifikasi TKP yang super teliti.

"Penyidik bekerja tidak dengan asumsi, tapi dari TKP. Reserse hebat selalu bekerja dengan dasar bukti TKP," katanya.

Kedua, tim penyidik tidak terpengaruh opini fitnah di media sosial. Setelah peristiwa itu Polri difitnah dan dituding tidak akan mampu menangkap pembacok Hermansyah, rekayasa dan sebagainya, tapi tetap tidak terpengaruh. "Ini bagus," kata Ridlwan.

Ketiga, kombinasi antara reserse dan intelijen wilayah. "Pelaku menyimpan mobilnya di Bandung, tim intelijen dengan sabar mengintai dan memberi umpan info pada reserse Jaguar. Ini kombinasi taktik yang cerdas," kata Ridlwan.

Ridlwan menambahkan, kesabaran penyidik yang salah satunya dipimpin langsung oleh Kapolres Depok Kombes Hery Heryawan juga merupakan kunci sukses.

"Bang Herimen (panggilan Kombes Hery) dikenal sebagai reserse tangan dingin yang memimpin reserse secara professional. Jika terburu-buru, target bisa lepas," kata direktur riset Indonesia Terrorism Monitoring itu.

Polri patut diapresiasi karena tidak terpengaruh hoax yang menyebar melalui media sosial maupun whatsapp group.

"Saya kira para penuduh bahwa pembacokan Hermansyah terkait profesinya sebagai ahli IT harus mengikuti persidangan sampai selesai. Jangan hanya bisa menuduh tapi malas melakukan pembuktian. Polisi hebat tak terpengaruh hoax itu," tandasnya.[jat]

 
Embed Widget

x