Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:31 WIB

Ini Alasan Anas jadi Cawagub Jatim Favorit

Oleh : - | Kamis, 13 Juli 2017 | 16:02 WIB
Ini Alasan Anas jadi Cawagub Jatim Favorit
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Nama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas makin moncer dalam survei Surabaya Survey Center (SSC) yang dilakukan pada 10-30 Juni 2017.

Survei dirilis ke publik kemarin. Anas menjadi cawagub elektabilitas tertinggi dan terfavorit dibandingkan cawagub lainnya.

Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengatakan, dalam simulasi 24 kandidat, posisi tertinggi untuk cagub ditempati Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan elektabilitas 26 persen, Tri Rismaharini 24,10 persen, Khofifah Indar Parawansa 16,80 persen dan Abdullah Azwar Anas 5,50 persen.

"Gus Ipul tertinggi di elektabilitas dibandingkan kandidat-kandidat lainnya," ujarmya.

Adapun untuk posisi cawagub, Bupati Banyuwangi Azwar Anas menempati level tertinggi dengan elektabilitas 12,90 persen, lalu disusul Kusnadi 7,5 persen, La Nyalla Mattilitti 7,4 persen, Halim Iskandar 6 persen, Imam Nahrawi 5,8 persen, Nurhayati Assegaf 5,5 persen. Adapun nama lainnya berada di level 4 persen ke bawah.

Dia mengatakan, nama Azwar Anas muncul menjadi kandidat cawagub paling diinginkan publik karena dikena sebagai bupati yang berprestasi dan inovatif, bahkan dikenal di level nasional. "Bupati Anas dikenal banyak melakukan terobosan," ujarnya.

Survei tersebut diselenggarakan pada 10-30 Juni 2017 meliputi 38 kabupaten/Kota di Jatim dengan metode multistage random sampling, mengambil 800 responden dengan margin of error 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pakar Komunikasi Politik Unair Suko Widodo menambahkan, temuan survei tersebut menunjukkan bahwa publik Jatim semakin menjadikan kinerja sebagai dasar untuk menentukan pilihan. Kinerja yang dimaksud terkait penyelesaian permasalahan masyarakat, inovatif dan kreatif.

"Kinerja berkaitan dengan kapasitas. Kriteria ini penting untuk didorong agar kontestasi pilgub Jatim tidak melulu bersandar pada popularitas dan elektabilitas. Akan sangat kuat jika pasangan yang bersaing nanti adalah paduan antara sosok populer dan terbukti berkinerja serta mampu mengembangkan masyarakat," ujar Suko.

Jika kinerja dan kapasitas menjadi acuan, lanjut Suko, maka yang harus dikomunikasikan intensif ke publik adalah hasil kerja.

"Misalnya sudah berhasil mengembangkan terobosan di daerah, berinovasi membangun daerah dan sebagainya. Di Surabaya misalnya Bu Risma, di Banyuwangi ada Pak Azwar Anas," pungkasnya.[beritajatim]

Komentar

 
x