Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 23:20 WIB

Tito: Saya Paling Menghindari 'Doorstop' Media

Oleh : - | Kamis, 13 Juli 2017 | 13:32 WIB
Tito: Saya Paling Menghindari 'Doorstop' Media
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku dirinya paling menghindari wawancara "doorstop" atau mencegat nara sumber karena alasan wartawan tersebut tak dikenal.

"Saya paling menghindari 'doorstop' karena saya tidak tahu siapa wartawan yang saya hadapi, apakah akan 'menyerang' saya. Kita ngomong apa nulisnya beda," kata Tito saat menjadi pembicara dalam Focused Group Discussion (FGD) Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/7/2017).

Dia menjelaskan, saat ini Polri sedang berupaya membangun kepercayaan publik melalui manajemen media.

Ia menyebut adanya media konvensional dan media sosial yang dirasa cukup cepat dan instan dalam membentuk opini publik.

"Media konvensional lebih mudah di-setting. Yang tidak mudah kalau pimpinan medianya juga memiliki kepentingan politik," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu dilakukan pendekatan personal. Salah satu tantangan terbesar dalam membangun opini publik saat ini, menurut dia, yakni media sosial.

"Di media sosial, semua orang bisa jadi 'citizen jurnalis'. Ini lebih liar, pengelolaannya harus berbeda," katanya.

Berkembangnya teknologi informasi, lanjut dia, menyebabkan munculnya dunia tanpa batas.

Ia menuturkan demokratisasi atau demokrasi liberal yang terjadi tidak bisa dibendung lagi.

"Demokrasi yang lebih liberal membuat kita harus bertanggung jawab kepada rakyat. Oleh karena itu kita harus merebut kepercayaan publik," katanya.

Salah satu tips yang disampaikan Tito dalam upaya meraih kepercayaan publik yakni dengan bicara jujur ke media massa.

"Jujur ke media, tetapi tidak semua informasi kami sampaikan ke media," katanya.[tar]

 
x