Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 11:46 WIB

Pelibatan TNI Berantas Teroris Harus Diatur Detail

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 13 Juli 2017 | 05:17 WIB
Pelibatan TNI Berantas Teroris Harus Diatur Detail
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelibatan TNI dalam upaya memberantas terorisme sudah dirumuskan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Terorisme yang kini tengah dibahas oleh Pansus di DPR.

Menanggapi hal ini, Pengamat intelijen dan terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian Taufik Andrie mengatakan, apabila TNI dilibatkan harus diatur secara detail dalam Undang-udang.

"Kalau dalam konteks operasional atau dalam konteks apa yang selama ini sudah. Kami tahu ada operasi penangkapan Santoso di Poso misalnya itu kan sudah bekerjasama itu. Ada sistem TNI yang bisa diperbantukan di minta bantuanya secara konsep secara ide pada batasan-batasan tertentu itu dimungkinkan," kata Taufik pada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan agar kemudian hari TNI dalam melakukan tugas barunya tidak melampaui kewenangannya atau melakukan pelanggaran HAM. Apabila itu terjadi, maka hanya peradilan militer yang bisa masuk untuk menanganinya.


"Yang harus dikedepankan (dalam mengatasi) teroris ini adalah tindakan pidana jadi konteks penegakan hukum (polisi) ini harus dikedepankan, harus dijadikan proritas. Keterlibatan TNI hanyalah eksistensi terbatas, kenapa karena saya kira undang undang TNI sudah mensyaratkan eksklusivitas," ujar dia.

Adapun DPR saat ini tengah merevisi Undang-undang teroris. Dalam pembahasan revisi itu Pansus mewacanakan TNI akan dilibatkan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan teroris.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin unsur TNI dapat terlibat dalam praktik antiterorisme. Presiden juga meminta keterlibatan TNI dicantumkan dalam RUU Terorisme. [ind]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x