Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:39 WIB

Alasan Polisi Menjadi Target Aksi Teror

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 13 Juli 2017 | 03:15 WIB
Alasan Polisi Menjadi Target Aksi Teror
(Foto: inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Aparat kepolisian belakangan ini menjadi target utama aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Pengamat intelijen dan terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian Taufik Andrie menduga, balas dendam menjadi alasan aksi teror ditujukan kepada polisi.

"Saya kira karena (polisi) menjadi prioritas atau yang dijadikan target kelompok teroris di Indonesia adalah polisi karena faktor dendam itu yang pertama," kata Taufik pada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Dendam itu muncul karena polisi banyak melakukan penangkapan pada kelompoknya. Kemudian polisi juga banyak membunuh kelompok tersebut. Sehingga polisi menjadi sasaran utama aksi teror yang belakangan ini terjadi.

"Kelompok ini seperti lingkaran setan, jadi mereka membalas atas kematian teman-teman. Disisi lain mereka menganggap polisi adalah representatif thogut," ujar dia.

Dengan demikian, kata dia, kedepan polisi harus meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi yang akan dilancarkan. Polisi juga harus bisa mendeteksi secara dini kelompok tersebut.

Diketahui, aparat Kepolisian beberapa waktu terakhir kerap menjadi sasaran ancaman teror. Beberapa aksi teror yang dialami Polisi seperti, serangan teror bom di terminal Kampung Melayu yang menewaskan tiga anggota Polri.

Yang terbaru peristiwa penyerangan di Mapolda Sumatera Utara yang menewaskan satu anggota Polisi dan penikaman kepada dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Blok M, Kebayoran Baru. [ind]

 
x