Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 23:09 WIB

Medsos akan Berperan Penting di Pilgub Jatim 2018

Oleh : - | Rabu, 12 Juli 2017 | 22:01 WIB
Medsos akan Berperan Penting di Pilgub Jatim 2018
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Publik berpendapat bawa media massa (televisi, koran, online, radio) cukup berpengaruh bagi mereka dalam menentukan pilihannya di pilgub Jatim 2018.

Di samping itu, publik Jatim juga mengakui bahwa media sosial (medsos) juga memiliki peran penting dalam menentukan pilihan mereka, terutama informasi kandidat yang disampaikan oleh teman, keluarga, tetangga melalui WhatsApp (WA), Facebook, Instagram, Path, Twitter dan lainnya.

Fakta ini ditemukan dalam rilis hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) periode Juni 2017.

"Hal ini menarik mengingat penggunaan media sosial semakin massif di masyarakat. Sementara media sosial adalah media yang sulit dikontrol guna mendapatkan informasi dan berita yang bisa dipertanggungjawabkan. Maka, pilgub nanti juga akan tetap dihiasi dengan penggunaan medsos yang negatif," kata peneliti SSC dan analis media, Surokim Abdussalam kepada wartawan di Hotel Yello Surabaya, Rabu (12/7/2017).

Menurut dia, sebanyak 23,10 persen responden menjawab medsos sangat berpengaruh dan 30,90 persen menjawab cukup berpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa medsos akan menjadi bintang media baru dalam pilkada Jatim.

"Sekaligus mengonfirmasikan kepada kita bahwa kita akan masuk era baru, platform media baru dalam politik," paparnya.

Publik Jatim menyebut medsos WA dan FB sebagai media yang paling banyak digunakan. Surokim menjelaskan era ini sulit dihindari dan pemilu akan dipengaruhi oleh penggunaan medsos yang semakin banal.

"Apalagi etika penggunaan medsos juga tidak berbanding lurus dengan isi ruang di medsos yang penuh dengan konflik dan fake news dan hoax," tuturnya.

Menurut Surokim, semua pihak perlu mencari formula bagaimana agar penggunaan medsos ini fungsional dengan peningkatan kualitas demokrasi elektoral. Bagaimana agar informasi yang diperoleh publik semakin mendalam, lebih baik dan substansial.

"Informasi melalui medsos harus didorong untuk menjadi bermutu dan mencerahkan pemilih. Menurut saya ini juga tugas penyelenggara dan pemerintah sebagai leading sector," pungkasnya.

Survei SSC ini diselenggarakan pada 10-30 Juni 2017 meliputi 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan metode multistage random sampling, mengambil 800 responden dengan margin of error 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.[beritajatim]

 
x