Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:18 WIB

Anggaran Dinilai Pemicu Pembahasan UU Teroris Alot

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 12 Juli 2017 | 04:12 WIB
Anggaran Dinilai Pemicu Pembahasan UU Teroris Alot
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pembahasan revisi Undang-Undang Terorisme sampai saat ini masih dilakukan oleh Pansus di DPR. Bahkan pembahasan itu terjadi tarik ulur.

Pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menduga, alotnya pembahasan revisi UU itu karena ada tarik menarik kepentingan. Salah satunya terkait dengan pembahasan anggaran.

"Tarik menarik kepentingan anggaran antara TNI, Polisi, DPR. Jadi ada maunya DPR," kata Mardigu pada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Dipertegas apakah ada pihak yang ingin mengambil keuntungan dari revisi UU ini, termasuk DPR, dia enggan berspekulasi. "Tanya DPR," ujar dia singkat.

Salah satu faktor penting yang membuat pembahasan rancangan undang-undang itu tertunda adalah untuk menghindari potensi pelanggaran HAM. Sebab ada pihak yang menyebut HAM bisa dikesampingkan.

Anggota Panja RUU Terorisme Risa Mariska menyebut saat ini pembahasan RUU tersebut sudah mencapai 60 persen. Menurutnya saat ini Panja sudah menyelesaikan sekitar 70 DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) dari 121 DIM yang ada.

Adapun Pansus Revisi UU Terorisme terbentuk sejak April tahun 2016 lalu. Pansus tersebut disahkan dalam rapat Paripurna DPR 12 April yang dipimpin Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Pansus revisi UU terorisme di Ketuai oleh Muhammad Syafi'i dari Fraksi Gerindra. [ind]

Tags

Komentar

 
x