Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:54 WIB

Pembahasan RUU Terorisme Lamban

DPR Diminta Tak Sibuk Urus Kasus E-KTP

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 11 Juli 2017 | 08:00 WIB
DPR Diminta Tak Sibuk Urus Kasus E-KTP
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Praktisi hukum Ahmad Rifai mengaku gregetan dengan lambannya penyelesaian revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang saat ini dilakukan DPR.

Menurutnya, DPR saat ini terlalu fokus dengan urusan politik internal dibandingkan dengan kepentingan nasional, sehingga mengenyampingkan penggodogan revisi Undang-Undang ini.

"Menurut saya, pembahasan revisi UU Terorisme ini sangat lamban. Semestinya teman-teman di parlemen memikirkan rakyat, tidak usah kebanyakan politik yang enggak-enggak. Kasus e-KTP mereka enggak usah terlalu serius di situ lah," kata Rifai kepada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (10/7/2017).

Ia menegaskan. persoalan terorisme ini merupakan masalah serius yang harus diantisipasi lebih berdasarkan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk itu, DPR diharapkan juga serius dalam merevisi Undang-Undang tersebut.

"Satu hal yang mendesak ketika terorisme ada dimana-mana, ini harus diantisipasi lebih jauh. Jangan sampai Indonesia seperti Filipina dan negara lain yang ada ISIS di dalamnya. Indonesia sangat heterogen dan disulut perbedaan yang sangat tajam merupakan bentuk kerawanan. Undang-Undang ini penting untuk diselesaikan," ujarnya. [rym]

 
x