Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 05:23 WIB

Ansor akan Kawal Penolakan Full Day School

Oleh : - | Minggu, 9 Juli 2017 | 09:22 WIB
Ansor akan Kawal Penolakan <i>Full Day School</i>
Ketua GP Ansor Kota Surabaya, Alaik S. Hadi - (Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Menjelang tahun ajaran baru 2017/2018, PC GP Ansor Surabaya miliki agenda mengawal instruksi dari PWNU, ulama Surabaya dan kiai pesantren di Jawa Timur tentang penolakan implementasi lima hari sekolah (LHS) pada semua satuan pendidikan Ma'arif di Kota Surabaya.

"Kami (NU dan Banom) sejak awal menolak dan meminta pemerintah mencabut Permen Nomor 23/2017 karena Permen tersebut tidak sesuai dengan kearifan lokal (local wisdom). Selain itu, masyarakat kita belum siap akan model pendidikan full day school," kata Ketua GP Ansor Kota Surabaya, Alaik S. Hadi.

Penyelenggaraan 5 hari sekolah sangat berpotensi menghilangkan kesempatan anak-anak menempuh pendidikan agama di waktu sore dan malam hari. Model pendidikan itu sudah lama dirintis dan diselenggarakan masyarakat, jauh sebelum model pendidikan modern ada.

"Kami mendesak Pemkot Surabaya yang mewakili masyarakat Kota Surabaya yang sangat kaya dengan ragam pendidikan, baik berbasis agama maupun keterampilan teknis, untuk menolak diberlakukannya kebijakan 5 hari sekolah," tambah alumni Pondok Langitan, Tuban.

Sebab, lanjutnya, keberadaan Madrasah Diniyah dan keragaman pendidikan selama ini dinilai memperkuat budaya bangsa. Karenanya usulan ini perlu dipertimbangkan.

"Ansor Surabaya sebagai barisan inti pemuda NU siap mengawal instruksi kiai, PWNU Jatim dan pondok pesantren yang secara tegas menolak kebijakan 5 hari sekolah," tegasnya.[beritajatim]

Komentar

 
x