Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 21:52 WIB

Bertemu Trump, Jokowi: Indonesia Siap Sambut Anda

Oleh : Ivan Setyadi | Minggu, 9 Juli 2017 | 01:09 WIB
Bertemu Trump, Jokowi: Indonesia Siap Sambut Anda
Presiden Joko Widodo dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7/2017).

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyambut hangat Presiden Trump pada pertemuan pertamakalinya tersebut.

"Saya ingin menyampaikan salam dari jutaan penggemar anda di Indonesia. Mereka tertarik untuk menyambut anda di Indonesia," demikian sambutan Presiden jokowi seperti tertulis dalam rilis dari Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Sabtu (7/8/2017).

Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence ke Jakarta beberapa waktu lalu. Bagi Indonesia, kunjungan itu menandai komitmen Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia.

Ada banyak isu penting yang dibahas dalam pertemuan Bilateral keduanya yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bilateral Hambug "Messe Und Congress".

Seperti peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan pemberantasan terorisme. Serta kepedulian Indonesia terhadap ekspor kelapa sawit untuk biodiesel ke Amerika Serikat dalam bidang ekonomi. Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia mengimpor kedelai dalam jumlah yang besar.

Oleh karenanya kedua presiden tersebut sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.

Hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat saat ini sangat bervariasi, mulai dari kelapa sawit, kedelai sampai ke pesawat terbang.

Sementara itu, di bidang penanggulangan terorisme, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada komitmen Amerika Serikat untuk tidak memusuhi Islam dan bekerja sama dengan negara muslim untuk memerangi terorisme.

Hal ini sesuai dengan hasil Riyadh Summit pada bulan Mei yang lalu yang dihadiri juga oleh kedua pemimpin tersebut.

"Berkurangnya pergerakan ISIS di Syria dan Iraq mengharuskan kita memberikan perhatian ekstra kepada pergerakan mereka di daerah lain, termasuk Asia Tenggara. Penyerangan dan pendudukan grup teroris di Marawi, Filipina merupakan bukti meningkatnya ancaman terorisme," kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap kerja sama penanggulangan terorisme melalui pertukaran informasi intelijen, penghentian aliran dana, pemberdayaan masyarakat moderat dan penyebaran kontra narasi dapat dilakukan oleh kedua negara.

Komentar

 
x