Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 10:51 WIB

Elektabilitasn Kang Emil Merosot, Nasdem Kalem

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 8 Juli 2017 | 20:00 WIB
Elektabilitasn Kang Emil Merosot, Nasdem Kalem
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Elektabilitas Walikota Bandung Ridwan Kamil atau Emil makin menurun mengacu hasil survei oleh Program Pasca Sarjana (PPS) UIN Sunan Gunung Jati untuk Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPW Nasdem Jabar Saan Mustopa menanggapi santai anjloknya elektabilitas Emil. Bagi Saan, menurunnya elektabiltas Emil dinilai wajar karena setiap figur yang dideklarasikan akan mengalami fluktuasi atau naik turun.

"Setiap tokoh yang mendeklarasikan gubernur itu akan mengalami fluktuasi. Apakah kesukaan atau elektabilitas," kata Saan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7/2017).

Saan menambahkan, Nasdem hingga sekarang terus menjaga elektabilitas Emil dengan melakukan sosialisasi di 27 kabupaten kota. Bahkan, para kader yang hendak maju di pemilihan legislatif diwajibkan memasang foto Emil.

"Masih roadshow dan safari politik bahkan sampai door to door. Kita juga sudah sampaikan ke semua kader Nasdem dan calon anggota DPR Nasdem," ujarnya.

Dia pun memberikan catatan untuk hasil survei program pasca sarjana UIN Sunan Gunung Jati yang merilis figur Emil mengalami penurunan. Hasil ini bertolak belakang dengan lembaga survei luar yang merilis hasil peningkatan. Salah satu contoh hasil survei dari Indobarometer.

"Belum lama ini mendapatkan rilis seperti dari Indobarometer. Sebenarnya tren Emil naik. Jadi tidak ada mengalami proses penurunan. Bahkan survei internal partai mengalami naik. Tapi nanti kita akan komparasikan dengan hasil ini," tuturnya.

Untuk diketahui, PPS UIN Sunan Gunung Djati Bandung merilis hasil survei menjelang Pilgub Jabar 2018. Dari hasil survei ini memperlihatkan fluktuasi tingkat elektabilitas beberapa bakal calon. Salah satu hasilnya, Emil disebut mengalami penurunan.

Terkait tingkat elektabilitas, tim peneliti PPS UIN merilis para bakal calon mengalami pergeseran dari survei pertama ke survei kedua. Meski tingkat elektabilitas Emil masih tinggi, tetapi mengalami penurunan tajam.

Di survei pertama, elektabilitas Emil melonjak 55,11 persen. Namun, pada survei kedua, anjlok jadi 40,40 persen.

 
Embed Widget

x