Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 08:54 WIB

Kasus Hary Tanoesoedibjo

Polri Periksa HT Sebagai Tersangka SMS 'Kaleng'

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 7 Juli 2017 | 07:00 WIB
Polri Periksa HT Sebagai Tersangka SMS 'Kaleng'
Bos MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo - (Foto: inilah.com/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bos MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo hari ini kembali dipanggil oleh penyidik Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan sebagai tersangka kasus pesan singkat atau SMS yang diduga bernada ancaman kepada Jaksa Yulianto, Jumat (7/7/2017).

"Iya diperiksa panggilan kedua pukul 09.00 Wib," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul kepada INILAHCOM.

Namun, Martinus tidak bisa beranda-andai apabila Ketua Umum Partai Perindo itu tidak hadir lagi dalam panggilan kedua ini alias mangkir apakah penyidik akan mengambil langkah penjemputan paksa terhadap Hary Tanoe.

"Belum diputuskan penyidik, lihat nanti ya," ujarnya.

Kasus ini awal terjadi ketika Yulianto mendapatkan sebuah pesan singkat dari orang tak dikenal pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB dari Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo dengan isi pesan sebagai berikut:

'Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.'

Yulianto awalnya mengabaikan pesan tersebut, namun pada 7 Januari dan 9 Januari 2016, dari nomor yang sama pada saat Yulianto mendapatkan sebuah pesan, dirinya kembali lagi mendapatkan pesan yang kali ini melalui sebuah aplikasi chat media sosial yaitu WhatsApp.

Pesan yang ia terima saat itu dengan forward pesan yang sama, hanya ada beberapa kata yang ditambahkan oleh nomor tersebut. 'Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju.'

Usai mendapatkan pesan kedua, Yulianto langsung melakukan pengecekan. Setelah mengecek, Yulianto yakin bahwa pesan singkat yang diterimanya itu dikirim oleh Hary Tanoesoedibjo.

Setelah mengetahui bahwa itu adalah HT yang mengirimkan sebuah pesan, Yulianto langsung melaporkan HT ke Siaga Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Akhirnya, penyidik Polri menetapkan bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo alias HT sebagai tersangka kasus SMS bernada ancaman ke Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.[ris]

 
x