Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 16:09 WIB

Polisi Buat 3 Sketsa Terduga Penyerang Novel

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 6 Juli 2017 | 23:35 WIB
Polisi Buat 3 Sketsa Terduga Penyerang Novel
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah membuat tiga sketsa berdasarkan keterangan saksi dalam kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Ia menjelaskan, ketiga sketsa dari keterangan tiga saksi itu, memiliki wajah yang berbeda. Terutama berdasarkan keterangan Mukhlis, Hasan, Ahmad Lestaluhu, dan Niko Panji Tirtayasa, empat saksi yang sudah diperiksa polisi. Polisi mendapati tiga wajah 'baru' dari keterangan tiga orang saksi,

"Tiga sketsa, tidak mirip dengan Hasan, Mukhlis dan AL. Enggak ada yang mirip. Wajah baru," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/7/2017).

Ia menambahkan, pihaknya telah memeriksa sekitar 59 saksi dalam kasus penyerangan terhadap Novel. Tiga saksi mengaku melihat gerak-gerik orang mencurigakan di sekitar rumah Novel Baswedan dan Masjid tempat Novel salat subuh, sebelum peristiwa penyerangan terjadi pada 11 April 2017 lalu.

"Dua di antara saksi itu, merupakan tetangga Novel, yakni Yono dan Eko Julianto. Saksi pertama melihat orang mencurigakan di jembatan rumah Novel. Saksi kedua di tempat wudhu Masjid yang digunakan Novel salat Subuh sebelum peristiwa di Masjid Jami Ah-Ihsan. Saksi ketiga melihat orang mencurigakan duduk di motor, dekat lokasi kejadian," katanya.

Ia menambahkan, saat ini polisi telah memperlihatkan ketiga sketsa yang dibuat penyidik kepada tim internal KPK yang menempel tim penyidik kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Kita sudah sharing sketsa wajah yang kita buat ke KPK. Sudah kita perlihatkan," ujar Argo.

Selain itu sketsa ini juga akan dibawa ke Singapura dan dikonfrontir kepada Novel. Polisi akan mendengar pengakuan Novel.

"Bener nggak nih pelakunya. Jangan sampai salah-salah diduga kita dituntut. Yang saat ini kan baru sketsa ada orang di situ. Belum ada yang lihat secara jelas pas kejadian," pungkasnya.

 
x