Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 05:54 WIB

Masa Pencegahan HT Diperpanjang untuk 6 Bulan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 6 Juli 2017 | 13:41 WIB
Masa Pencegahan HT Diperpanjang untuk 6 Bulan
Hary Tanoesoedibjo alias HT - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Masa pencegahan Hary Tanoesoedibjo alias HT diperpanjang untuk enam bulan kedepan. Pencehagan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus yang tengah menjerat bos MNC Grup tersebut.

Adapun Hary Tanoe dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian lantaran dinilai melakukan ancaman kepada Kasubdit Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto lewat media elektronik.

Dikonfirmasi mengenai perpanjangan masa pencehagan terhadap HT, Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, permintaan perpanjangan cegah dimintakan oleh polisi pada hari ini.

"Tadi pagi sudah diterima surat permohonan dari Polri atas nama Bapak Hary Tanoe untuk dilakukan pencegahan keberangkatan ke luar negeri terkait kasus pelanggaran UU ITE untuk yang kedua kali," kata Agung pada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Menurut Agung permintaan perpanjangan itu dilakukan lantaran masa pencegahan terhadap HT sebentar lagi habis. Dimana pihak kepolisian meminta pencegahan yang pertama kepada HT hanya 20 hari.

"Yang pertama dimintakan pada 22 Juni 2017 untuk 20 hari pertama. Kemudian yang hari ini permohonan yang kedua untuk 6 bulan kedepan," kata Agung.

Hary Tanoe, yang juga Ketua Umum DPP Partai Perindo itu, dikenakan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Penetapan tersangka terhadap HT bermula dari laporan Yulianto pada awal tahun 2016 lalu terkait ancaman melalui pesan singkat. Laporan dilakukan lantaran tiga kali HT mengirim sms yang dinilai mengancam.

Adapun isi sms HT adalah:

"Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Komentar

 
Embed Widget

x