Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:14 WIB

Sejumlah Anggota DPR Bakal Antre Diperiksa KPK

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 3 Juli 2017 | 22:35 WIB
Sejumlah Anggota DPR Bakal Antre Diperiksa KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam waktu dekat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil sejumlah anggota DPR yang disebut menerima uang hasil korupsi proyek e-KTP.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, para wakil rakyat itu akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Andi Agustius alias Andi Narogong

"Untuk e-KTP minggu ini akan dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terutama dari kluster politik," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/7/2017).

Menurut Febri, para anggota DPR yang terhormat itu akan dimintai keterangan seputar pembahasan anggaran e-KTP yang mencapai nilai RP5,9 triliun. Sebab, KPK menduga korupsi e-KTP ini terjadi sejak proses pembahasan anggaran.

"Jadi minggu ini mulai intens fokus soal penbahasan anggaran atau indikasi pertemuan penbahasan proyek e-KTP dan indikasi dana sejumlah pihak," ujar dia.

Namun, Febri tidak merincikan siapa saja anggota DPR yang akan dimitai keterangan. Dia hanya menjelaskan dalam proses penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Andi Narogong, pihaknya sudah memeriksa ratusan saksi.

"Baik dari kementerian (Dalam Negeri) atau dari pihak swasta ada beberapa advokat dan sekarangg kami mulai masuk mendalami fakta-fakta peran anggota DPR saat itu," kata dia.

Berikut daftar anggota DPR yang disebut menerima uang e-KTP berdasarkan surat dakwaan Irman dan Sugiharto:

1. Gamawan Fauzi (saat itu Menteri Dalam Negeri) sejumlah 4,5 juta dollar AS dan Rp 50 juta.

2. Diah Anggraini (saat itu Sekretaris Jenderal Kemendagri) sejumlah 2,7 juta dollar AS dan Rp 22,5 juta

3. Drajat Wisnu Setyawan (Ketua Panitia Pengadaan e-KTP) sejumlah 615.000 dollar AS dan Rp 25 juta

4. Enam anggota panitia lelang, masing-masing sejumlah 50.000 dollar AS

5. Husni Fahmi sejumlah 150.000 dollar AS dan Rp 30 juta

6. Anas Urbaningrum sejumlah 5,5 juta dollar AS

7. Melcias Marchus Mekeng (saat itu Ketua Banggar DPR) sejumlah 1,4 juta dollar AS

8. Olly Dondokambey sejumlah 1,2 juta dollar AS

9. Tamsil Lindrung sejumlah 700.000 dollar AS

10. Mirwan Amir sejumlah 1,2 juta dollar AS

11. Arief Wibowo sejumlah 108.000 dollar AS

12. Chaeruman Harahap sejumlah 584.000 dollar AS dan Rp 26 miliar

13. Ganjar Pranowo sejumlah 520.000 dollar AS

14. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI sejumlah 1,047 juta dollar AS

15. Mustoko Weni sejumlah 408.000 dollar AS

16. Ignatius Mulyono sejumlah 258.000 dolla AS

17. Taufik Effendi sejumlah 103.000 dollar AS

18. Teguh Djuwarno sejumlah 167.000 dollar AS

19. Miryam S. Haryani sejumlah 23.000 dollar AS

20. Rindoko, NUman Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II masing-masing 37.000 dolla AS

21. Markus Nari sejumlah Rp 4 miliar dan 13.000 dollar AS

22. Yasona Laoly sejumlah 84.000 dollar AS

23. Khatibul Umam Wiranu sejumlah 400.000 dollar AS

24. M Jafar Hapsah sejumlah 100.000 doar AS

25. Ade Komarudin sejumlah 100.000 doar AS
[ton]

Tags

Komentar

 
x