Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 22:08 WIB

Eks Anak Buah Sandiaga Segera Jalani Persidangan

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 3 Juli 2017 | 19:33 WIB
Eks Anak Buah Sandiaga Segera Jalani Persidangan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Berkas penyidikan mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah yang sekarang berubah jadi PT Nusa Kontruksi Enjenering, Dudung Purwadi diselesaikan oleh KPK.

Dudung merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali tahun anggaran 2009.

Dengan demikian, Dudung yang juga mantan anak buah Sandiaga Uno itu akan segera disidang. Sebab, Jaksa KPK punya waktu 14 hari kerja menyusun surat dakwaan dan kemudian di limpahkan ke pengadilan.

"Hari ini sudah dilakukan pelimpahan berkas dari penuntut umum ke pengadilan tersangka DPW (Dudung Purwadi)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (3/7/2017).

Dalam penyidikan kasus ini, KPK sudah memeriksa Sandiaga Uno. Namun, dikonfirmasi apakah keterlibatan Sandiaga akan diungkap dalat surat dakwaan, Febri belum bisa menyebutkan.

"Nanti kami lihat dalam dakwaan. Dakwaan itu tentu akan menguraikan indikasi korupsi atau perbuatan lain yang diduga dilakukan oleh terdakwa bersama-sama pihak lain, kaitannya dengan pihak lain itu siapa saja, apakah orang per orang atau korporasi nanti akan kita lihat lebih lanjut.

Sandiga diketahui pernah menjabat sebagai Komisaris PT DGI. Pemeriksaan terhadap Sandiaga beberapa waktu lalu juga berkaitan dengan jabatannya di DGI yang sekarang menjadi PT Nusa Kontruksi Enjenering.

Adapun Dudung merupakan satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali tahun anggaran 2009.

Tersangka lain adalah, Direktur PT Mahkota Negara, Marisi Matondang telah ditahan penyidik pada Kamis (2/3) lalu. PT Mahkota Negara merupakan anak perusahaan Permai Group milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Sementara satu tersangka lainnya, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana, I Made Meregawa telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan.

Dudung diduga kongkalikong untuk memenangkan lelang proyek pengadaan alat kesehatan itu dan juga membuat mark-up sehingga keuangan negara dirugikan hingga Rp3 miliar.

Dudung juga sempat tercatat sebagai Presdir PT Nusa Konstruksi Enjineering.

Dalam persidangan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Nazaruddin yang menjadi terdakwa mengaku pernah bertemu dengan Sandiaga Uno yang pernah menjabat sebagai komisaris PT Nusa Konstruksi Enjineering.

Dalam dakwaan yang disusun KPK untuk Nazar, DGI mendapatkan beberapa proyek pemerintah melalui Nazar diantaranya, proyek pembangunan gedung di Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Jambi, BP2IP Surabaya Tahap 3, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya, gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik Medan, RS Inspeksi Tropis Surabaya, dan RSUD Ponorogo. [ton]

 
Embed Widget

x