Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 03:13 WIB

TNI yang Dikirim ke Filipina Harus Dilatih Khusus

Oleh : - | Minggu, 2 Juli 2017 | 21:16 WIB
TNI yang Dikirim ke Filipina Harus Dilatih Khusus
Pengamat Intelijen, Susaningtyas Kertopati - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Intelijen, Susaningtyas Kertopati alias Nuning menilai Presiden Filipina Rodrigo Duterte memahami sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sehingga membutuhkan bantuan militer Indonesia untuk menumpas gerakan kelompok ISIS.

"Menurut saya, Duterte itu mengerti sejarah, makanya yang diminta itu TNI bukan tentara lain," kata Nuning di Jakarta, Minggu (2/7/2017).

Menurut dia, kesiapan prajurit TNI yang dikirim harus meliputi kemahiran perang ala urban warfare sesuai dengan kondisi geososial dan geografis Filipina.

"Saya khusus mengulas sejauh mana hadapi urban warfare itu," ujarnya.

Ia menjelaskan urban warfare adalah peperangan kota, para prajurit bertempur melawan insurgencies yang berbaur dengan masyarakat umum. Peperangan seperti ini berlangsung di kota atau perkampungan padat penduduk dimana insurgencies melakukan penyamaran dan menyerang pasukan saat lengah.

"Taktik tempur sama dengan peperangan gerilya dan anti gerilya. Bedanya dengan gerilya adalah medan tempur di hutan.
Urban warfare sangat mengandalkan akurasi intelijen untuk bisa mendeteksi posisi insurgencies yang tersebar," jelas dia.

Menurutnya, pasukan pemerintah harus bisa merebut hati rakyat agar berpihak sepenuhnya kepada pasukan pemerintah yang sah. Urban warfare juga harus bisa memutus garis logistik insurgencies dengan cepat dan tepat sehingga kemampuan tempur insurgencies bisa dipatahkan.

Jadi, kata Nuning, pokoknya urban warfare itu medan tempurnya di kota. Sehingga perlu latihan khusus, karena standar prajurit bertempur di hutan atau pegunungan yang sepi penduduk.

"Sedangkan TNI dikenal pakarnya gerilya karena kita dulu yang mengajarkan ke tentara Vietnam tahun 1950-an," katanya.

Ia menambahkan TNI punya taktik yang lebih hebat karena konsepnya adalah urban warfare dirubah menjadi jungle warfare. Insurgencies harus bisa didesak keluar kota atau perkampungan baru bisa diselesaikan.

"Konsep itu yang jadi unggulan kita," tandasnya.

Untuk diketahui, Presiden Rodrigo Duterte mengatakan seandainya diperbolehkan pihaknya ingin meminta bantuan militer Indonesia untuk menyerang kelompok ISIS, Maute di Marawi, Filipina Selatan.

"Seandainya diperbolehkan, saya cuma inginkan bantuan dari TNI. Karena mereka ahlinya perang gerilya. Pasukan AS hanya akan merepotkan pasukan kami," katanya. [fad]

Komentar

 
x