Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:31 WIB

Pendidikan 8 Jam Sehari

Jika Salah Didik, Bisa Membunuh Karakter Anak

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 23 Juni 2017 | 04:26 WIB
Jika Salah Didik, Bisa Membunuh Karakter Anak
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sistem belajar 8 jam sehari tampaknya masih jauh dari harapan untuk diterapkan. Selain prasarana pendukung sekolah yang belum memadai, pola pengajaran terhadap guru juga perlu dikaji.

"Sistem pendidikan 8 jam di sekolah di tangan guru yang belum paham dapat membunuh karakter anak," kata Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti kepada INILAHCOM, Kamis (23/6/2017).

Kecuali diterapkan di sekolah tertentu yang secara sarana dan prasarana bermain, beribadah, istirahat memadai. Juga memiliki kantin yang sehat dan layak, sistem belajar 8 jam bagai api jauh dari panggang.

"Kebijakan tersebut berangkat dari pikiran masyarakat kota besar. Tidak melihat fakta bahwa di negeri ini jutaan anak itu harus membantu orangtuanya sepulang sekolah, banyak daerah yang angkot hanya sampai pukul 15.00, banyak anak yang orangtuanya tak mampu membekali makan siang," bebernya.

Retno menilai, sistem pendidikan yang menganggap anak bejana kosong yang perlu diisi bukan untuk menggembirakan dan menyalakan semangat agar bergairah belajar. Jika api semangat untuk belajar pada anak itu sirna dan padam maka harapan untuk menbentuk akhlak mulia yang cerdas budi pekerti, kreatif itu tak kan memberi solusi.

"Pendidikan adalah untuk menyalakan obor bukan untuk mengisi bejana (Socrates). Sementara proses belajar di kelas kita masih tradisional, kaku, sangat terstruktur, dipaksa duduk diam, belum bereksplorasi yang mendorong rasa ingin tahu siswa," tandasnya.

Mendikbud sebelumnya berencana menerapkan sistem belajar 8 jam sehari disekolah, alasannya, untuk mengembangkan karakter anak melalui pendidikan. Nantinya, waktu delapan jam disekolah, tidak melulu belajar dikelas mendengarkan guru. Melainkan akan diisi dengan kegiatan ekstakulikuler.

Namun, belum juga kebijakan itu berjalan, komentar negatif mengiringi rencana mendikbud tersebut. Hingga akhirnya Presiden memerintahkan agar mengkaji kembali kebijakan sistem belajar 8 jam sehari itu.

Komentar

 
Embed Widget

x