Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 13:25 WIB

Polisi akan Buat Sketsa Penyerang Novel Baswedan

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 22 Juni 2017 | 16:41 WIB
Polisi akan Buat Sketsa Penyerang Novel Baswedan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya berencana membuat sketsa wajah terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan. Sketsa wajah akan dilakukan berdasarkan keterangan saksi kunci berinisial E.

"Nanti kami cek kembali, kita gambarkan. Kita buatkan sketsanya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/6/2017).

Ia menjelaskan, E merupakan jemaah Masjid Jami Al Ihsan tempat Novel menunaikan salat Subuh sebelum disiram air keras pada 11 April 2017 lalu. E pulang dari masjid lebih dulu, sebelum Novel diserang.

"Sudah kami periksa kronologisnya. Apakah dia (E) melihat pelakunya, katanya ya dia baru melihat, pulang dari salat subuh itu dia yang mendahului, dan dia jalan (melihat) ada orang di depan rumah Novel, orangnya sedang nunduk, suasananya gelap, tapi dia bisa melihat orangnya siapa itu," beber dia.

Ia menambahkan, beberapa saksi lain juga mengaku melihat orang yang mencurigakan masuk ke dalam kompleks perumahan tersebut. Meski posisinya tak sedekat E, keterangan saksi-saksi tersebut tetap akan diakomodir untuk dikonfirmasi dengan kesaksian E.

"Ada beberapa yang memang sudah anu ya, pendalaman-pendalaman. Sudah ada tiga orang saksi, yang kita dalami kembali, ciri-cirinya juga sudah kita tanyakan semuanya," jelasnya.

Argo menjelaskan, sketsa wajah terduga pelaku ini akan dibuat berdasarkan tiga saksi yang mengaku melihat terduga pelaku tersebut. Polisi akan mencari kemiripan dari keterangan para saksi tersebut.

"Ini kan menurut mereka melihat. Makanya akan kita dalami kembali. Melihatnya seperti apa, jarak berapa, kemudian cuacanya seperti apa," tandas Argo.

Diketahui, sejauh ini dalam kasus ini, polisi telah memeriksa sebanyak 56 saksi. Dari jumlah tersebut, E merupakan saksi yang melihat terduga pelaku dalam jarak paling dekat. Polisi terus menggali keterangan E dan memberikan perlindungan khusus terhadap saksi kunci tersebut.

Kasus penyerangan Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, penyidik senior KPK tersebut baru saja pulang dari masjid dekat rumahnya usai Salat subuh berjamaah.

Di depan masjid, Novel tiba-tiba diserang oleh dua orang tak dikenal menggunakan air keras. Akibat peristiwa itu, Novel mengalami luka serius di bagian wajah dan matanya. Saat ini dia masih dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Singapura.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x