Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:36 WIB

Jika Buntu, Voting RUU Pemilu Diambil di Paripurna

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 19 Juni 2017 | 11:20 WIB
Jika Buntu, Voting RUU Pemilu Diambil di Paripurna
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy memprediksi beberapa skenario yang akan terjadi saat rapat kerja antara Pansus dengan pemerintah yang digelar hari ini di Gedung DPR, Senin (19/6/2017). Menurut dia, diharapkan keputusan tingkat pertama diambil secara arif.

Pertama, kemungkinan rapat Pansus bakal tercapainya kesepakatan terhadap hasil lobi lintas fraksi terhadap 5 isu krusial sehingga pansus tinggal menetapkannya sebagai keputusan pansus yang selanjutnya akan ditetapkan didalam rapat Paripurna DPR terdekat.

"Kemudian, kemungkinan lain tidak tercapainya secara bulat terhadap 5 isu krusial, hasil lobi tidak berhasil secara bulat," kata Lukman di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Menurut dia, terhadap kondisi ini pansus akan menetapkan paket-paket sebagai variasi terhadap pilihan fraksi yang berbeda-beda. Kemudian, paket-paket yang berbeda ini bisa diambil keputusan di tingkat pansus dan bisa juga akan diambil keputusan di tingkat Sidang Paripurna DPR.

"Jika ditingkat Paripurna, maka Pansus akan mempersiapkan kertas suara untuk dilakukan vooting di tingkat pansus. Sementara jika mau diambil keputusan di tingkat pansus, maka cukup dilakukan jejak pendapat dari perwakilan fraksi-fraksi di pansus," ujarnya.

Selain itu, kata Lukman, jika skenario 1 maupun 2 tidak tercapai. Artinya paket tunggal maupun variasi paket tidak tercapai, maka pansus hanya akan mempersiapkan agenda voting di tingkat Sidang Paripurna terdekat. Vooting akan dilakukan secara item per item kelima isu krusial tersebut.

Menurut dia, supaya efektif maka akan didisain dengan 1 kertas suara sehingga setiap anggota DPR dapat memilih 5 isu krusial dalam satu kesempatan, yang kemudian akan dilakukan rekapitulasi, sehingga hasil akhirnya adalah hasil rekapitulasi tersebut.

"Skenario-skenario ini ditempuh untuk menghindari terjadinya deadlock pembahasan di tingkat pansus. Apalagi pemerintah mengeluarkan opsi penggunaan UU Pemilu yang lama atau mengeluarkan Perppu untuk mengatasi kondisi deadlock," jelas Wakil Ketua Komisi II DPR ini. [rok]

Tags

Komentar

 
x