Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 29 Juni 2017 | 14:19 WIB

Demokrat Minta Mendikbud Kaji Ulang Soal FDS

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 19 Juni 2017 | 01:09 WIB
Demokrat Minta Mendikbud Kaji Ulang Soal FDS
Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membangun karakter anak didik. Namun, membangun karakter anak didik tidak serta merta menambah jam belajar siswa.

"Kita memberikan perhatian serius terkait hal ini, niat baik memajukan pendidikan di Indonesia harus kita dukung. Namun, sejauhmana Kemendikbud telah mengkaji kebijakan tersebut. Apakah sudah secara komprehensif atau belum," kata Ibas, Minggu (18/6/2017).

Anggota Komisi X DPR ini menjelaskan kebijakan program penguatan karakter 5 hari belajar perminggu pada tahun 2017/2018 jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi sudah muncul sejumlah penolakan elemen masyarakat.

"Membangun karakter anak didik di sekolah tidak serta merta menambah jam belajar siswa dan justru mengorbankan waktu bersosialisasi bersama lingkungan dan bersama keluarga," ujarnya.

Ia mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi agar melakukan sosialisasi secara maksimal dan terus-menerus, termasuk sinkronisasi kebijakan sesuai dengan aspirasi sejumlah elemen terkait kebijakan tersebut.

"Kita sepakat upaya untuk membangun karakter generasi penerus yang berkualitas, tapi apakah sudah memperhatikan dampak sosiologis anak, orang tua, keluarga, guru, dan bagaimana menyikapi penolakan dari sebagian elemen masyarakat yang merasa kebijakan tersebut belum tepat?," jelas dia.

Oleh karena itu, Ibas menyarankan supaya dilakukan rembug pendidikan nasional agar sinkron antarlembaga, antar aturan agar tidak menimbulkan kekhawatiran. Maka, perlu dikaji lagi kebijakannya secara komprehensif dan melakukan waktu yang cukup dan melakukan sosialisasi.

"Memperhatikan dampak sosiologis dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, tidak memberatkan orang tua, anak didik, tidak menambah anggaran dan adanya target yang jelas dalam setiap tahapannya," tandasnya.[ris]

 
Embed Widget

x